Kronologi Klitih Ketemu Klitih di Jogja, Bocah 14 Tahun Tewas Mengenaskan

BNews—JOGJAKARTA— Aksi kriminalitas jalanan di Jogja yang bertepatan dengan PPKM Level terus meningkat. Aksi pengeroyokan yang dilakukan sekelompok massa pada Sabtu (31/7) pukul 03.10WIB menyebabkan dua korban luka berat dan satu diantaranya tewas.

Informasi yang dirangkum dari Twitter @upil_jaran, aksi pengeroyokan ini terjadi pada Sabtu, (31/7) sekitar pukul 03.10WIB. Tepatnya di Jalan AM Sangaji, depan bank BPD Kantor Khas Cabang AM Sangaji, Jetis Jogjakarta.

Dua korban ternyata masih bocah. Mereka AAJ, 14, pelajar, warga Terban Gondokosuman, Jogjakarta dan RDF, 16, pelajar, warga Blunyah Gedhe Tegalrejo Jogjakarta.

Kedua korban saat itu mengendarai Honda Vario AB 2370 EV. AAJ menyetir sedang DRF membonceng.

Kronologi bermula ketika korban AAJ dan DRF mengendarai motor dari arah utara. Tiba-tiba di Tempak Kejadian Perkara (TKP), keduanya dipepet oleh sekelompok orang yang mengendarai kendaraan hingga oleng ke kanan.

”Oleng ke kanan, menabrak pohon perindang yang berada di sisi barat jalan. Dan mengakibatkan pengendara mengalami benturan keras di bagian kepala,” kata @upil_jaran.

Beredar juga tangkapan layar dari grup WhatsApp yang viral di media sosial. Dimana, percakapan itu menceritakan kronologi korban yang sudah mengalami kecelakaan kemudian dianiaya hingga meninggal dunia.

”Meninggal dunia satu, yang satu sudah terpental ke tengah jalan masih dipukuli dan diinjak-injak. Yang mengejar enam motor geng ******?,” ujarnya.

”Dipepet, Mas. Sampai nabrak trotoar,” sambungnya.

”Dua pelaku klitih… ketemu rombongan klitih. Satu meninggal dunia di tempat, kepala remuk… satu patah paha kanan, daa sesak terkena pukulan dan injakan,” imbuhnya.

AAJ meninggal dunia ditempat dengan luka serius di bagian kepala dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIJ. Sementara RDF mengalami luka patah kaki kanan, pundak memar dan sudah di bawa ke RS Bethesda Jogjakarta.

Hingga berita ini ditulis polisi masih mendalami kasus kekerasan jalanan dengan meminta keterangan saksi. Serta memburu geng motor yang menganiaya korban hingga meninggal. (han/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: