Viral! Wisata Petik Melon Hidroponik di Lereng Merapi Magelang Diserbu Pengunjung
- calendar_month 42 menit yang lalu

Greenhouse wisata petik melon di BUMDes Nglumut Kecamatan Srumbung saat masa panen_Berita Magelang ID
BNews-MAGELANG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nglumut Sejahtera di Desa Nglumut, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, sukses mengembangkan budidaya melon hidroponik yang kini menjadi daya tarik wisata baru di kawasan lereng Gunung Merapi.
Program pertanian modern tersebut dikelola langsung oleh BUMDes dan diharapkan mampu meningkatkan perekonomian desa sekaligus menambah Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Dikelola oleh BUMDes yang ke depannya digunakan untuk menanam melon ini, nanti hasilnya dikelola oleh BUMDES dan sebagian hasil ada yang masuk ke pendapatan asli desa (PADes),” kata Kepala Desa Nglumut, Imron Suheri, dikutip berita magelang id, Jumat (22/5/2026).
Imron mengatakan, keberhasilan budidaya melon hidroponik tersebut tidak lepas dari penerapan standar operasional yang tepat oleh pengelola BUMDes Nglumut Sejahtera.
Selain menjadi destinasi wisata petik buah, keberadaan greenhouse melon hidroponik juga dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang menjanjikan.
Menurutnya, minat masyarakat terhadap wisata petik melon cukup tinggi. Bahkan sebelum resmi dibuka, sudah banyak wisatawan yang melakukan pemesanan untuk datang langsung memetik buah melon di lokasi.
“Sudah (banyak sekali) yang booking tempat untuk mereka ingin merasakan manisnya, renyahnya dari buah melon ini. Mereka ingin petik sendiri. Itu sensasinya di sini petik sendiri,” kata Imron.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Ia menjelaskan, Desa Wisata Nglumut yang selama ini dikenal sebagai sentra buah salak kini memiliki tambahan destinasi wisata baru melalui greenhouse melon hidroponik tersebut.
Dalam satu pekan, jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Nglumut diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang.
Selain menikmati melon segar langsung dari greenhouse, wisatawan juga dapat menikmati berbagai potensi wisata lain di kawasan tersebut, mulai dari kebun salak, sabo dam, camping ground, kafe, hingga wisata tubing dengan latar pemandangan Gunung Merapi.
“Target kami setelah ini sukses dan nanti menghasilkan yang kita bisa tahu hasil sebenarnya labanya berapa akan kita bangun lagi ke depannya,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BUMDes Nglumut Sejahtera, Eko Sigit Nugroho, mengungkapkan greenhouse melon hidroponik; yang dikelola pihaknya memiliki ukuran lebar 9,5 meter dan panjang 24 meter.
Di dalam greenhouse tersebut terdapat sekitar 500 batang tanaman melon jenis Sweet Lavender dan Sunny; yang dibudidayakan menggunakan metode hidroponik sistem rakit apung.
Menurut Eko, metode tersebut mampu menghasilkan melon premium dengan kualitas unggulan dan rasa yang manis.
“Ini dari satu batang tanam hanya satu buah. Jadi kita kejar kualitasnya bukan kuantitasnya. Rata-rata bobot buah 1,8 kg sampai 2 kg lebih, terutama yang lavender,” ujar Eko.
Ia menambahkan, harga melon untuk wisatawan dipatok sekitar Rp30 ribu per kilogram sehingga masih terjangkau; bagi masyarakat yang ingin menikmati sensasi wisata petik buah langsung di kebun.
Panen perdana melon hidroponik tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimcam Srumbung, sejumlah petani dari Yogyakarta, serta perangkat desa setempat. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2




Saat ini belum ada komentar