Kronologi Petani Perempuan di Kajoran Meninggal Disambar Petir

BNews–MUNGKID– Ibu ini tersambar petir saat menanam bibit pohon di lereng Sumbing (16/12). Dirinya meninggal dunia seketika di lokasi.

Soli, 34 warga Dusun Gendol Desa Sukomakmur Kajoran ini ditemukan rekan lainnya setelah beberapa saat dicari. Dirinya ditemukan tergeletak di lahan dimana dirinya menanam bibit pohon.

Kapolsek Kajoran, Iptu Iptu Edy Suryono menjelaskan kronologi korban tersambar petir di area petak 1-10 lahan Perhutani. “Awalnya korban bersama rekan-rekannya sejak pagi menanam bibit pohon di lokasi tersebut. Sekitar pukul 10.30 wib terjadi hujan lebat disertai sambaran petir,” katanya.

Disebutkannya, saat itu pengurus LMDH mengumpulkan para pekerja untuk istirahat dan makan siang sekaligus berteduh. Namun setelah di cek jumlah pekerja kurang satu orang.

“Setelah dilakukan pencarian, ternyata pekerja tersebut adalah Soli seorang ibu muda berumur 34 tahun. Korban ditemukan sudah tergeletak dalam kondisi meninggal dunia, dan diduga karena tersambar petir,“ imbuhnya.

Petugas kepolisian Polsek Kajoran dan medis Puskesmas Kajoran mendatangi TKP setelah mendapat laporan. Sesampainya di lokasi dilakukan evakuasi dan oleh TKP ( Tempat Kejadian Perkara )

“ Dalam pelaksanaan olah TKP ditemukan ciri ciri korban seorang perempuan dengan memakai baju merah kotak,  memakai mantel abu, celana hitam. Sedangkan tinggi badan 155 cm dan kulit sawo matang,” ujarnya.

Loading...

“Dari hasil pemeriksaan medis diperoleh keterangan bahwa korban meninggal dunia karena tersambar petir. Hal ini dikuatkan dengan kondisi korban terdapat  luka bakar pada bagian leher dan luka lebam  dan lecet bagian dada sebelah kanan serta kondisi jenazah kaku,’ ungkapnya.

Dari hasil olah TKP dan hasil visum, Kapolsek Kajoran menyimpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan suatu musibah. “Hal ini perlu diantisipasi oleh setiap orang agar lebih berhati hati apabila turun hujan disertai dengan petir. Alangkah baiknya jangan berteduh dibawah pohon, dan menghindari lahan lapang,” himbaunya.

Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk di makamkan sesuai adat istiadat. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: