KSPI Jateng Tuntut Usut Tuntas Dugaan Korupsi BPJS Rp43 Triliun

BNews—JATENG— Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Tengah, menuntut pemerintah mengusut tuntas dugaan kasus korupsi BPJS Ketenagakerjaan. Ditaksir, dugaan korupsi tersebut ditaksir merugikan negara hingga Rp43 triliun.

Ketua KSPI Jawa Tengah, Aulia Hakim, berharap kasus ini ditangani secara transparan mengedepankan hukum dan keadilan. Menurutnya, kaum pekerja merasa kecewa dengan kejadian tersebut sehingga aparat penegak hukum dan pemerintah harus bersikap tegas.

”Kami menuntut pemerintah dan aparat penegak hukum tegas mengusut kasus ini. Karena nasib 50 juta lebih peserta BPJS ketenagakerjaan kini tengah dipertaruhkan,” kata Aulia, Rabu (27/1).

Ia menegaskan, apabila kasus tersebut mendapat hukuman yang ringan, maka pihaknya akan melakukan perlawanan. Menurutnya, tanpa sanksi yang memberikan efek jera, mustahil membebaskan negara dari korupsi.

”Karena bukan bencana yang membuat bangsa ini terpuruk. Bahkan wabah Covid 19 pun tak mampu membuat bangsa ini ambruk. Namun jika membiarkan wabah korupsi menggerogoti bangsa ini, maka keruntuhan negeri ini akan jadi keniscayaan,” tegasnya.

pihaknya berjanji dan berkomitmen akan mengawal kasus ini sampai selesai. Termasuk dengan pengerahan massa di semua basis KSPI di Jawa Tengah untuk mendatangi semua kantor-kantor cabang BPJS di Jawa Tengah.

”Kami akan datang untuk menanyakan triliunan uang buruh yang diduga dikorupsi BPJS Ketenagakerjaan,” pungkas Aulia. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: