Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kuatkan UMKM!! PPMT Unimma Dampingi UMKM Kripik Tempe Di Tampir Kulon

Kuatkan UMKM!! PPMT Unimma Dampingi UMKM Kripik Tempe Di Tampir Kulon

  • calendar_month Sab, 21 Jan 2023

BNews–MAGELANG– Uiversitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali mengadakan progam PPMT (Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu) pada periode ke-VI. Progam PPMT merupakan progam yang mirip dengan KKN(Kuliah Kerja Nyata). Progam PPMT hanya melakukan pengabdian pada masyarakat selama satu bulan.

Progam PPMT kali ini dilakukan oleh beberapa mahasiswa UNIMMA yang ditempatkan di Desa Tampir Kulon, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. Kegiatan PPMT tersebut dilakukan selama 1 bulan dimulai pada 14 Desember 2022 hingga 14 Januari 2023.

Kelompok PPMT ini diketuai oleh Muhdiyanto, SE.,M.Si sekaligus sebagai dosen pembimbing. Kelompok ini terdiri oleh mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis(FEB) dan Fakultas Psikologi dan Humaniora(FPH) yang beranggotakan yaitu, Nasyan Arif Dwi Fitriansyah, Fitriana Uswatun Nisa, Faradisa Laila Adzikri, Braga Ariyanto, dan Galih Adji Wiyarno

Sebelum kelompok tersebut melaksanakan kegiatan PPMT, mereka melakukan survey lokasi terlebih dulu di Desa Tampir Kulon. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meminta perijinan dari pihak Desa Tampir Kulon.

Kemudian para mahasiswa diarahkan oleh pihak Desa Tampir Kulon pada salah satu UMKM yang ada di Desa Tampir Kulon. UMKM tersebut adalah UMKM yang memproduksi keripik tempe. Setelah itu, para mahasiswa mencari permasalahan apa saja yang ada pada UMKM di desa tersebut.

Menurut Ibu Bingah selaku pelaku usaha, permasalahan yang terjadi pada UMKM-nya terletak pada system pemasarannya yang belum memasuki digital marketing. “Saya ingin meningkatkan penjualan Kripik Tempe dengan menggunakan digital marketing. Namun, saya kurang mengetahui bagaimana cara menjual produk secara online melalui E-Commerce,” kata Bingah selaku pemilik UMKM.

Selama ini penjualan kripik tempe dijual secara grosir. Pemilik UMKM ingin menjualnya secara ecer dengan berat sekitar 100 g dan dijual dengan bentuk kemasan baru yang lebih menarik. “Saya sebenarnya ingin menjual dengan kemasan yang lebih menarik dan ukurannya lebih kecil agar mengikuti perkembangan zaman,” imbuhnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dengan adanya permasalahan tersebut, kelompok mereka melakukan pendampingan dan pelatihan bagaimana cara membuat akun E-Commerce salah satunya adalah Shopee beserta prosedur penjualanya. Selain itu, mereka juga membantu dalam pemilihan kemasan dan membuat mereknya agar menjadi lebih menarik.

Dengan demikian, mereka berharap agar UMKM Ibu Bingah dapat terus mengelola dan menjual produknya secara online sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan terus memperkuat UMKM-nya. Selain itu, para mahasiswa juga belajar bagaimana cara memproduksi keripik tempe.

Diadakannya program tersebut, mereka dapat memberikan solusi dalam permasalahan yang ada pada mitra “Keripik Tempe Wijaya Kusuma”. Program tersebut juga dapat memberikan manfaat bagi keduanya dalam menjalankan program kerja dan menciptakan UMKM yang dapat bersaing secara global.

Pada akhirnya kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan program kerja yang direncanakan. Nantinya, yang diharapkan pada UMKM “keripik Tempe Wijaya Kusuma” dapat mengimplementasikan apa yang kita sudah berikan guna menunjang kegiatan produksi dan pemasarannya. (adv)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less