Mahasiswa KKN Edukasi Warga Sonorejo Budidaya Maggot, Solusi Sampah Bernilai Ekonomi
- calendar_month Rab, 21 Jan 2026

Kurangi Sampah Organik, Mahasiswa KKN Perkenalkan Budidaya Maggot di Desa Sonorejo
BNews-MAGELANG — Persoalan pengelolaan sampah organik yang belum optimal mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar sosialisasi budidaya maggot. Lokasinya di Balai Desa Sonorejo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan ini ditujukan sebagai solusi pengelolaan sampah yang efektif, ramah lingkungan, sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah organik; khususnya sampah rumah tangga, agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Budidaya maggot dipilih karena dinilai mampu mengurangi volume sampah organik secara signifikan serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.
Program ini diinisiasi oleh mahasiswa KKN Universitas Tidar yang terdiri dari Muhammad Rivaldo, Ferdi Rahmat Kurniawan; Riska Lestari, Auliyana Chusna Afida; Malika Alea Fauzi, Nadhifa Luthfiana Anwar, Riana Dwi Yunian,; Melati Efendi Putri, Lala Mirda Fitriana, Sa’adatunnisa, dan Hana Yulia Anggraeni. Dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ir. Angger Bagus Prasetiyo, S.T., M.Eng.
Dalam pemaparannya, narasumber Zuni Salisa menjelaskan bahwa maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF); memiliki kemampuan mengurai sampah organik dalam waktu singkat.
Selain itu, maggot hasil budidaya juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak bernilai gizi tinggi, sehingga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.
“Pengelolaan sampah organik melalui maggot tidak hanya mengurangi masalah lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi jika dikelola secara konsisten,” ujarnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Kegiatan sosialisasi dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta penjelasan teknis tahapan budidaya maggot.
Materi yang disampaikan meliputi persiapan media, pengelolaan sampah organik, hingga proses pemanenan. Mahasiswa KKN berperan aktif sebagai fasilitator untuk menjembatani pemahaman antara pemateri dan masyarakat.
Antusiasme warga Desa Sonorejo terlihat dari aktifnya peserta dalam sesi tanya jawab. Salah satu warga, Nurul, menanyakan apakah budidaya maggot akan menimbulkan bau tidak sedap. Menanggapi hal tersebut, Zuni Salisa menegaskan bahwa budidaya maggot tidak menimbulkan bau menyengat jika pengelolaan sampah organik dilakukan dengan benar.
“Selama sampah dipilah dan media dijaga, budidaya maggot relatif tidak berbau,” ujarnya.

Pertanyaan lain disampaikan oleh Khodijah terkait pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak kambing atau sapi. Menurut Zuni Salisa, maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan dengan pengolahan dan takaran yang sesuai. Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN juga menanyakan kemudahan pemasaran maggot, yang dijawab bahwa maggot memiliki peluang pasar cukup luas dengan permintaan yang terus meningkat.
Meski demikian, dalam kegiatan tersebut juga terungkap sejumlah tantangan, salah satunya masih terbatasnya pemahaman masyarakat Desa Sonorejo mengenai budidaya maggot. Hal ini diketahui berdasarkan hasil post-test yang dilakukan mahasiswa KKN setelah kegiatan sosialisasi.
Zuni Salisa menilai, minimnya pengetahuan awal membuat sebagian masyarakat masih ragu untuk menerapkan budidaya maggot secara mandiri. Menyikapi hal tersebut, tim mahasiswa KKN melakukan tindak lanjut berupa pendampingan sederhana, penyampaian ulang materi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami, serta pembuatan kandang maggot sebagai contoh praktik budidaya yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Sonorejo semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah organik sejak dari sumbernya, serta terdorong untuk menerapkan budidaya maggot sebagai alternatif pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat di tingkat desa. (adv)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar