Mahasiswa UNIMMA Dampingi PKK Jamuskauman Mengelola Buah Pisang

BNews-MAGELANG- Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menerjunkan mahasiswa dan dosen ke Tengah Masyarakat. Kegiatan itu dalam rangka melaksanakan program Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT). Kali ini sejumlah mahasiswa dan satu dosen pembimbing melaksanakan kegiatan di Desa Jamuskauman, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.

Dan perlu diketahui, PPMT merupakan kegiatan PkM yang dilaksanakan secara terintegrasi antara dosen dengan kelompok mahasiswa ;serta merupakan pengembangan dari KKN. Yang diharapkan dapat mengoptimalkan kegiatan PkM; oleh civitas akademika Unimma terutama dalam membantu menyelesaikan permasalahan di Masyarakat.

Dengan mengangkat topik ekonomi kreatif, kelompok PPMT yang beranggotakan satu dosen dan lima mahasiswa ini terjun ke lapangan.

Mereka yakni Nur Laila Yuliani, SE., M.Sc. AK selaku dosen pembimbing, serta mahasiswanya yakni Clarissa Della Avrilia; Reni Amalia, Putri Oktavia Gusmiranda, Dwi Agustina, dan Desna Agung Saputra.

“Kami memilih buah pisang karena buah itu sendiri sangat berpotensi di Jamuskauman, dan apabila diolah menjadi suatu produk pastinya akan memiliki daya jual tinggi, serta kripik pisang juga memiliki daya simpan yang relatif lama” kata Nur Laila Yuliani.

Buah pisang yang melimpah di wilayah Jamuskauman menjadi fokus program PPMT. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang bekerja sama dengan ibu-ibu PKK; untuk mengidentifikasi potensi ekonomi dalam pengolahan buah pisang.

Ide untuk menghasilkan kripik pisang dengan variasi rasa kemudian muncul sebagai langkah kreatif untuk meningkatkan nilai tambah produk.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

”Kami tidak hanya memberikan pelatihan dalam hal pengolahan kripik pisang, tetapi juga membantu ibu-ibu PKK untuk mengembangkan variasi rasa yang menarik,” imbuhnya. Sehingga, lanjutnya, melalui kolaborasi ini muncullah berbagai varian rasa kripik pisang, seperti original, coklat, dan gurih/keju, yang semakin memperkaya produk dan meningkatkan daya tarik konsumen.

Program kerja yang lain, yakni pelatihan digital marketing untuk meningkatkan jangkauan pasar. “Tim PPMT ini turut membantu ibu-ibu PKK dalam mengembangkan strategi penjualan dan pemasaran secara online. Dengan memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial, kripik pisang ini nantinya dapat dijangkau oleh konsumen dari berbagai wilayah,” jelasnya. (adv)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: