Mahasiswa UNNES Inovasi Kuliner Olahan Cegah Stunting di Grabag Magelang

BNews–MAGELANG-— Mahasiswa PKL SKM Penggerak UNNES pada Selasa (18/10/2022) mengadakan kegiatan Demo Masak Katsu Telur Tempe. Lokasinya di Desa Pesidi, Grabag Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah ibu balita bersamaan dengan kegiatan posyandu di Dusun Blancir.

Mahasiswa PKL SKM Penggerak di Desa Pesidi, terdiri dari Hayu Retno, Annisa Vira, dan Fika Khikma mengangkat tema stunting. Salah satu program kegiatannya adalah Demo Masak Olahan Telur untuk balita di wilayah Desa Pesidi.

Demo masak katsu telur tempe menjadi bentuk dukungan terhadap Program Pemerintah Kabupaten Magelang “Gerakan Cegah Stunting Melalui Perbaikan Pola Asuh dan Konsumsi Sehat Satu Telur (Gaspol Dulur)” sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini juga menjadi usaha dalam peningkatan gizi balita di wilayah Desa Pesidi.

Proses demo masak disampaikan langsung oleh mahasiswa UNNES di depan kelompok ibu balita. Kegiatan ini juga menggandeng ahli gizi Puskesmas Grabag 2 dalam upaya penyampaian edukasi gizi balita.

Katsu telur tempe diberikan sebagai variasi menu olahan telur yang dapat dikonsumsi balita. Demo masak ini juga menjadi ajang untuk mendorong ibu agar mengetahui cara mengolah dan mengkreasikan masakan.

Selama kegiatan demo masak, kelompok ibu diajarkan langkah-langkah pembuatan katsu telur tempe. Pembuatan katsu telur tempe ini dimulai dari persiapan bahan sampai proses penyajian.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Bahan yang diperlukan dalam pembuatan menu ini adalah telur dan tempe sebagai bahan utama ditambah sayuran, seperti bayam dan wortel. Telur sebagai sumber protein hewani dan tempe sebagai sumber protein nabati.

Katsu Telur Tempe, Menu Olahan Telur Cegah Stunting

Telur dan tempe dipilih sebagai sumber protein yang mudah didapat dengan harga yang cukup terjangkau. Selain itu, penambahan sayuran pada katsu dilakukan sebagai upaya pengenalan aneka sayuran pada anak.

Protein dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Melalui variasi pengolahan makanan sehat diharapkan pemenuhan gizi termasuk kebutuhan protein pada anak dapat terpenuhi.

Demo masak ini mendapatkan respon positif dari sasaran kegiatan yaitu kelompok ibu balita. Diharapkan melalui kegiatan ini ibu dapat termotivasi untuk melakukan kreasi masakan dalam upaya pemenuhan gizi anak. (adv)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!