Kisah Nyata Marbot Masjid di Magelang Mendadak Jadi Miliarder Rp1 Miliar, Sempat Pingsan!
- calendar_month 1 jam yang lalu

ilustrasi Kisah Nyata Marbot Masjid di Magelang Mendadak Jadi Miliarder
BNews-MAGELANG – Tidak ada yang dapat menebak bagaimana nasib seseorang berubah dalam sekejap. Kisah itulah yang dialami Sayat, seorang marbot masjid sekaligus tukang becak asal Magelang yang mendadak menjadi miliarder pada tahun 1990 setelah memenangkan undian Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB).
Pada masa itu, hadiah sebesar Rp1 miliar merupakan jumlah yang sangat fantastis dan mampu mengubah kehidupan seseorang secara drastis.
Pemenang SDSB tersebut diumumkan melalui siaran radio pemerintah pada Rabu, 9 Mei 1990. Saat pengundian berlangsung, nomor kupon yang dibeli Sayat ternyata keluar sebagai pemenang utama.
“Delapan, empat, sembilan, tiga, tujuh…. dan terakhir sembilan!,” ungkap si penyiar, dikutip harian Waspada (17 Mei 1990).
Kabar kemenangan Sayat juga dimuat dalam surat kabar Pelita edisi 22 Mei 1990. Dalam pemberitaan tersebut disebutkan bahwa Sayat menjadi salah satu pemenang SDSB periode ke-14 yang berhak menerima hadiah sebesar Rp1 miliar.
Nilai Fantastis pada Masanya
Pada tahun 1990, nilai Rp1 miliar tergolong sangat besar. Sebagai gambaran, harga rumah di kawasan elite Pondok Indah, Jakarta, saat itu masih berkisar Rp80 juta per unit.
Dengan nilai hadiah tersebut, Sayat secara teori dapat membeli sekitar 12 unit rumah di kawasan elite tersebut sekaligus.
Tidak hanya itu, harga emas pada tahun 1990 berada di kisaran Rp20 ribu per gram. Dengan uang Rp1 miliar, seseorang dapat membeli sekitar 50 kilogram emas.
Jika dikonversikan dengan harga emas saat ini yang berada di kisaran Rp1,9 juta per gram, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp95 hingga Rp96 miliar.
Sempat Pingsan Saat Mengambil Hadiah
Surat kabar Angkatan Bersenjata edisi 22 Mei 1990 melaporkan bahwa Sayat bersama istrinya langsung berangkat ke Jakarta untuk mengambil hadiah tersebut.
Namun, momen itu justru membuatnya syok. Sayat dikabarkan sempat pingsan karena tidak pernah membayangkan akan memperoleh uang dalam jumlah sebesar itu.
Meski demikian, ia telah memiliki rencana untuk memanfaatkan hadiah yang diterimanya. Kepada sejumlah media saat itu, Sayat menyatakan akan menggunakan sebagian uangnya untuk membeli rumah, membantu pedagang asongan, memperbaiki masjid tempatnya mengabdi, serta menyimpan sisanya untuk anak dan cucunya.
Marbot Masjid dan Tukang Becak
Sebelum menjadi miliarder, kehidupan Sayat jauh dari kemewahan. Sehari-hari ia dikenal sebagai marbot masjid yang bertugas menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah.
Rutinitasnya meliputi menyapu halaman masjid, membersihkan sajadah, hingga memastikan ketersediaan air untuk para jamaah.
Selain itu, ia juga bekerja sebagai tukang becak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membayar biaya sewa rumah.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Di balik kehidupannya yang sederhana, Sayat ternyata memiliki latar belakang sebagai anggota militer. Ia diketahui pernah berdinas sebagai tentara dan pensiun dengan pangkat Sersan Satu.
Saat masih aktif bertugas, Sayat juga pernah terlibat dalam operasi militer di wilayah Magelang.
Mengenal SDSB yang Pernah Populer di Indonesia
Untuk mengubah nasibnya, Sayat diketahui membeli kupon SDSB menggunakan sebagian uang yang berhasil disisihkannya dari hasil bekerja.
SDSB atau Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah merupakan program undian berhadiah yang mulai diselenggarakan pemerintah sejak 1 Januari 1989.
Masyarakat dapat membeli kupon dengan harga mulai Rp1.000 hingga puluhan ribu rupiah. Dana yang terkumpul digunakan pemerintah sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan.
Sebagai imbalannya, pemerintah menyediakan hadiah dengan nominal besar yang ditentukan berdasarkan hasil pengundian nomor kupon.
Dalam perjalanan sejarahnya, SDSB kerap menuai perdebatan karena dianggap memiliki kemiripan dengan praktik perjudian yang dilegalkan pemerintah melalui Kementerian Sosial pada masa itu.
Namun, berbeda dengan era tersebut, saat ini seluruh bentuk perjudian dilarang oleh pemerintah Indonesia sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kisah Sayat menjadi salah satu cerita yang hingga kini masih dikenang masyarakat sebagai contoh perubahan nasib yang datang secara tak terduga. Dari seorang marbot masjid dan tukang becak di Magelang, ia mendadak menjadi miliarder berkat keberuntungan yang diperolehnya melalui undian SDSB. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2




Saat ini belum ada komentar