Borobudur Marathon 2025 Diikuti 11.500 Pelari dari 38 Negara
- calendar_month Sab, 15 Nov 2025

Jelang pelaksanaan Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2025, Bank Jateng, Harian Kompas, dan Yayasan Borobudur Marathon menggelar konferensi pers di Grand Artos Hotel, Magelang, Sabtu (15/11/2025).
BNews–MAGELANG– Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2025 bakal digelar di Kabupaten Magelang pada Minggu (16/11/2025). Event lari yang diikuti 11.500 pelari dari 38 negara ini turut memperkuat posisi Magelang sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia.
Kompetisi lari kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), Bank Jateng, Yayasan Borobudur Marathon, dan Harian Kompas ini resmi menyandang Elite Label dari World Athletics. Capaian ini menjadi bukti pengakuan dunia atas konsistensi mutu penyelenggaraan BJBM dari tahun ke tahun.
“Sembilan tahun perjalanan Bank Jateng Borobudur Marathon merupakan wujud nyata semangat kebersamaan dan konsistensi masyarakat Jawa Tengah dan Magelang. Dalam menghadirkan sebuah event yang bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga gerakan yang menginspirasi,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Sumarno, Sabtu (15/11/2025).
Ia menyebut salah satu gebrakan BJBM tahun ini, yakni rancangan rute baru yang tidak hanya memberi pengalaman berbeda bagi para pelari, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi pada titik-titik baru di Magelang. Harapannya, para pelari juga dapat menikmati keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat Jateng secara lebih luas.
“Pemprov Jateng tentunya akan terus memberikan dukungan terbaik untuk BJBM. Ajang ini sudah menjadi salah satu event kebanggaan Jawa Tengah dan Magelang. Semoga kedepannya semakin berdampak bagi masyarakat, pariwisata, dan ekonomi daerah,” ujarnya.
Pemimpin Redaksi Harian Kompas Haryo Damardono menuturkan, selama sembilan tahun penyelenggaraan, BJBM selalu berhasil menjadi ruang bagi ribuan kisah tentang semangat, perjuangan, dan kebersamaan yang tumbuh di lintasan dan di
hati masyarakat Jateng.
“Tahun ini, dengan tema ‘Stride to Glory’, kami di Harian Kompas melihatnya sebagai ajakan untuk merayakan setiap langkah dalam perjalanan panjang menuju kejayaan. Yang lahir dari kerja sama, dari konsistensi, dan dari cinta terhadap Magelang dan Jawa Tengah,” ujarnya.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
“Tema ini juga menjadi momentum istimewa, karena kita tengah menapaki perjalanan menuju satu dekade penyelenggaraan Bank Jateng Borobudur Marathon.”
Ia menambahkan, selain pembaruan rute, aspek kenyamanan pelari turut menjadi perhatian utama panitia. Berbagai fasilitas disiapkan agar peserta dapat menikmati pengalaman berlari dengan tenang. Mulai dari kantong parkir hingga layanan shuttle untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar area Candi Borobudur.
Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro mengungkap bahwa semangat Stride to Glory tidak hanya dihadirkan di lintasan, tetapi juga terwujud melalui upaya nyata untuk menggerakkan potensi lokal.
“Tahun ini, kami menghadirkan kembali Pasar Harmoni, hasil kolaborasi antara Bank Jateng Pawone dan Jateng Berdikari. Di sini, seluruh potensi Jawa Tengah disajikan lengkap, mulai dari kuliner, kriya, hingga fashion, semuanya hadir di BJBM 2025,”
paparnya.
Ia menyebut, di BJBM 2025, terdapat 20 UMKM terpilih dari Bank Jateng Pawone yang akan menampilkan produk unggulan mereka. Sementara itu, dari program Jateng Berdikari, turut hadir 40 UMKM yang tersebar dari tujuh wilayah di Jawa Tengah, menghadirkan beragam potensi daerah yang mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Jawa Tengah.
“Melalui BJBM, Bank Jateng ingin terus menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan kebanggaan daerah. Memastikan bahwa setiap langkah menuju garis finish juga membawa manfaat bagi masyarakat, budaya, dan pariwisata Jawa Tengah,” tutupnya.
Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie Ahn menambahkan, rute baru tahun ini menghadirkan perpaduan antara warisan budaya, keindahan alam, dan sentuhan modernisasi. Para pelari akan melewati kawasan dengan panorama yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Mulai dari hamparan sawah, perkampungan tradisional, hingga titik pandang yang menampilkan megahnya Candi Borobudur dari sudut berbeda.
“Namun, lebih dari sekadar lintasan baru, yang membuat Bank Jateng Borobudur Marathon istimewa adalah sambutan masyarakat Magelang yang selalu hangat,” ungkap Liem. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar