Mencari Keberadaan Macan Jawa, BTNGM Pasang 15 Kamera Perangkap di Hutan Merapi
- calendar_month Sel, 3 Okt 2023

ilustrasi camera perangkap
BNews-JATENG- Gunung Merapi adalah salah satu gunung api yang aktif di Indonesia. Tingginya aktivitas vulkanik di Gunung Merapi membuatnya menjadi tempat yang unik untuk flora dan fauna yang hidup di sana.
Untuk mengamati satwa-satwa langka dan dilindungi di area tersebut, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) telah memasang 15 kamera perangkap.
Kepala BTNGM, Muhammad Wahyudi, mengungkapkan bahwa beberapa satwa langka seperti Elang Jawa, Lutung Jawa, Trenggiling; dan Landak masih dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Merapi.
Namun, hingga saat ini belum ada aktivitas Macan Jawa yang terdeteksi. Meskipun kamera perangkap sudah dipasang, namun Macan Jawa belum pernah terlihat di wilayah tersebut.
Menurut Wahyudi, meskipun sebaran Macan Jawa ada di wilayah Pulau Jawa, namun keberadaannya belum pernah ditemui; di Taman Nasional Gunung Merapi.
“Sementara itu, satwa seperti Kijang, Landak, Lutung, dan lainnya sering tertangkap kamera perangkap yang dipasang di sana. Namun untuk macan belum terdeteksi,” katanya.
Peran BTNGM adalah untuk membantu menjaga dan mengelola kelestarian lingkungan, serta melestarikan; keanekaragaman hayati dan satwa yang ada di area tersebut.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Wahyudi juga menyebutkan bahwa potensi alam yang ada di sana dapat dikembangkan sebagai objek wisata dan mendukung bidang kesehatan.
“Beberapa tanaman di Taman Nasiolan Gunung Merapi memiliki potensi untuk dijadikan bahan dalam produksi bedak, sabun, dan obat-obatan,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) per tanggal 1 Oktober; tercatat 149 aktivitas kegempaan akibat guguran terjadi di Gunung Merapi.
Selain itu, terdapat 276 fase hybrid yang terjadi dua kali secara tektonik jauh. Asap kawah dengan tekanan lemah berwarna putih juga terlihat dengan tinggi tipis mencapai 25 meter.
Aktivitas guguran juga sering terjadi di Gunung Merapi, dengan rincian 22 kali guguran lava pijar menuju Kali Bebeng; dengan jarak luncur sejauh 1,6 kilometer. Ada juga 5 kali guguran lava pijar menuju Kali Boyong dengan jarak luncur sejauh 1,5 kilometer.
Selain itu, terdengar juga tiga kali suara guguran dengan intensitas kecil hingga sedang.
Dengan keunikan dan beragamnya kegiatan di Gunung Merapi, perlu adanya upaya untuk menjaga dan melestarikan kelestarian flora, fauna; dan ekosistem yang ada di sana. Selain itu, penting juga untuk terus memantau aktivitas vulkanik gunung tersebut demi menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat di sekitarnya. (*/radar)
About The Author
- Penulis: Borobudur News





Saat ini belum ada komentar