Menengok Bengkel Andong Di Magelang, Sudah Bertahan Selama 43 Tahun

BNews–MAGELANG– Siapa sangka sejak tahun 1979 hingga tahun 2022 ini sebuah bengkel andong di Magelang masih bertahan. Tidak hanya itu, lokasi itu masih tetap eksis melayani kendaraan tradisional tersebut.

Lokasinya berada di Karangtalun, Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Sementara pemiliknya adalah Manto, pria berusia 65 tahun yang menekuni usahanya sejak umur 22 tahun.

Sebelumya perlu diketahui bahwa Andong dengan dokar tersebut bisa dikatakan sama namun berbeda.

Dokar merupakan alat transportasi tradisional dan menjadi salah satu warisan budaya Jawa dengan ciri khasnya sendiri. Dan sering dijumpai di tempat wisata seperti Parangtritis, Alun-alun Kidul Yogyakarta, dan Malioboro.

Sementara Andong merupakan salah satu alat transportasi tradisional di sekitar Solo, Yogyakarta, Klaten, Karanganyar, Boyolali, Sragen, dan Sukoharjo.

Andong berbeda dengan dokar. Dokar hanya mempunyai dua roda dan ditarik oleh satu kuda, sedangkan andong mempunyai roda empat yang bisa ditarik satu atau dua kuda.

 Kembali ke bengkel andong Magelang, Manto mengaku dirinya menekui usahanya tersebut belajar secara autodidak. Berawal dari menjadi kusir andong di Pasar Muntilan, suatu ketika roda andongnya mengalami kerusakan hingga diperbaikinya sendiri.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Terbaru, Manto tengah mengerjakan pembuatan roda andong. Roda yang dibuat dengan bahan dari kayu Sonokeling. Pesanan tersebut datang dari orang Jogja.

“Dulunya saya menjadi kusir andong. Saat itu, roda mengalami kerusakan, terus saya bongkar sendiri, tapi sama bapak nggak boleh, tetap nekat (perbaiki). Alhamdulillah setelah saya perbaiki bisa dipakai untuk bekerja lagi,” katanya.

Kejadian itu justru menjadi berkah bagi Manto. Teman-teman sesama kusir andong silih berganti meminta tolong kepadanya untuk memperbaiki jika andong mereka rusak.

“Setelah itu, teman-teman pada bertanya diperbaiki dimana? Saya bilang perbaiki sendiri. Setelah itu, teman-teman minta tolong memperbaiki kalau ada kerusakan,” ujarnya.

Kabar tersebut tersebar tak hanya di sekitar Muntilan, Salaman dan Magelang, melainkan hingga Parakan (Temanggung), Godean (Jogja) maupun Jogja. Andong-andong yang rusak dibawa menuju rumah Manto untuk diperbaiki.

“Dulu banyak sekali yang minta tolong untuk diperbaiki. Perbaikan tersebut dilakukan sendiri dan dibantu istri saat memasang roda. Kalau sekarang untuk memperbaiki tinggal saya sendiri,” tuturnya.

Untuk wilayah Magelang, katanya, saat ini yang banyak andong berada di sekitar Borobudur karena untuk pariwisata. Kemudian kerusakan andong sendiri beragam. Sekalipun andong yang diperbaiki tak seramai dulu tetap saja ditekuninya.

“Saya bekerja di rumah, kalau rezeki datang nggak boleh ditolak. Jadi tetap dilestarikan (bengkel), kalau luang ke ladang, kalau ada pekerjaan tetap dikerjakan. Alhamdulillah nggak telat ada yang bengkel,” ujar dia.

Saat disinggung mengenai biaya bengkel, kata dia, tergantung jenis kerusakannya. “Biaya bengkel tergantung kerusakan. Kalau yang bagus dari kayu jati,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: