Mengenal Epiglotitis, Penyakit yang Bisa Menyebabkan Sesak Nafas

BNews—KESEHATAN— Epiglotitis terbilang langka namun bisa sangat berbahaya. Sebab, epiglotitis dapat menghalangi saluran udara yang tersambung ke paru-paru sehingga pengidapnya dapat kesulitan bernapas.

Ada berbagai faktor penyebab epiglotitis. Mulai dari luka bakar akibat cairan panas, cedera di tenggorokan sampai infeksi bakteri maupun virus. Infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe b (Hib) adalah bakteri yang paling sering menyebabkan kondisi ini.

Bakteri tersebut dapat menyebar saat pengidap bersin atau batuk sehingga droplet dapat terhirup oleh orang lain. Jenis bakteri lain yang dapat menyebabkan epiglotitis adalah Streptococcus A, B, dan C serta Streptococcus pneumoniae.

Di samping itu, virus penyebab herpes zoster, cacar air, serta virus penyebab infeksi pernapasan juga dapat menyebabkan kondisi ini. Begitu pula dengan jamur penyebab infeksi ragi atau ruam popok yang dapat memperparah peradangan epiglotitis.

Tanda dan Gejala Epiglotis

Pada anak-anak, gangguan epiglotitis cenderung memburuk dengan cepat, bahkan dapat terjadi dalam hitungan jam. Sementara pada orang dewasa, gejala biasanya muncul dan memburuk secara perlahan.

Gejala pada epiglotitis di antaranya adalah:

  1. Demam
  2. Sakit tenggorokan yang parah
  3. Kesulitan bernapas
  4. Lebih suka duduk tegak dengan tubuh condong ke depan karena bisa lebih mudah untuk bernapas
  5. Suara napas yang nyaring
  6. Uring-uringan
  7. Gelisah
  8. Mengeluarkan air liur
  9. Suara serak

Karena gejalanya yang mirip, gangguan ini sering dikira croup, yaitu infeksi pada kotak suara dan tenggorokan akibat virus. Namun, perlu diingat bahwa epiglotitis lebih berbahaya.

Apabila tidak segera ditangani, epiglotitis dapat membengkak dan menutupi trakea, sehingga menghambat pasokan oksigen dan berujung pada kematian.

Penanganan untuk Atasi Epiglotis

Penanganan utama epiglotitis adalah memastikan pengidapnya bisa bernapas sebelum mengobati infeksi atau penyebab lainnya. Berikut penanganan yang bisa dilakukan pada pengidap epiglotitis:

  1. Memberikan masker oksigen supaya pengidap bisa bernapas.
  2. Menggunakan tabung pernapasan yang ditempatkan ke tenggorokan melalui hidung atau mulut (intubasi). Tabung harus tetap di tempatnya sampai pembengkakan di tenggorokan berkurang.
  3. Dalam kasus ekstrim atau jika tindakan yang lebih konservatif gagal, dokter mungkin perlu membuat jalan napas darurat dengan memasukkan jarum langsung ke area tulang rawan di trakea. Prosedur ini memungkinkan udara masuk ke paru-paru saat melewati laring.
  4. Apabila pengidap sudah mampu bernapas, maka dokter akan memulai pengobatan epiglotitis. Jika epiglotitis disebabkan oleh bakteri, dokter biasanya akan memberikan antibiotik melalui intravena.

Langkah Pencegahan Epiglotitis

Langkah pencegahan yang paling efektif adalah mendapatkan vaksin. Pastikan anak-anak telah mendapatkan vaksin HiB dalam tiga atau empat dosis.

Vaksin HiB biasanya diberikan di usia 2, 4, 6 bulan. Kemudian, vaksin dapat diulang di usia 12-15 bulan. Vaksin ini umumnya tidak diberikan kepada anak-anak di atas usia 5 tahun atau orang dewasa karena cenderung tidak mengembangkan infeksi Hib.

Selain vaksin, hindari pula aktivitas yang dapat menyebabkan cedera di area tenggorokan. (mta)

Sumber: halodoc.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: