Pemanfaatan Ampas Tahu Kering: Unimma Dorong Ekonomi Desa Sambak Lewat Inovasi Pakan Ternak
- calendar_month Sab, 2 Agu 2025

BNews-MAGELANG – Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) melaksanakan sosialisasi bertajuk “Optimalisasi Manfaat, Nutrisi, dan Potensi Ekonomi Ampas Tahu Kering” di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, pada Senin (28/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) tahun 2025. Tim pengabdian terdiri dari Veni Soraya Dewi, S.E., M.Si., Bagiyo Condro Purnomo, ST, M.Eng., dan Ir. Eko Muh Widodo, MT.
Sosialisasi diikuti oleh pemilik pabrik tahu dan para peternak sapi lokal.
Fokus kegiatan mengangkat isu lingkungan dan ekonomi terkait limbah ampas tahu basah yang melimpah, namun memiliki kadar air tinggi sekitar 85 persen sehingga mudah membusuk.
Mitra utama dalam kegiatan ini adalah Pabrik Tahu Yahya milik Bapak Asrofi, dengan dukungan aktif dari Pemerintah Desa Sambak.
Sebagai solusi, tim pengabdian memperkenalkan metode pengeringan dan pengolahan ampas tahu menjadi tepung atau ampas tahu kering.
Produk ini memiliki masa simpan lebih lama, lebih mudah didistribusikan, dan bernilai nutrisi tinggi dengan kandungan protein kasar mencapai 25 persen.
“Pemanfaatan ampas tahu kering dapat menjadi alternatif pakan ternak yang ekonomis dan berpotensi mengurangi ketergantungan peternak pada pakan pabrikan,” ujar Dr. Muhammad Imron Rosyidi, ST., M.Si., dosen Teknik Industri Unimma yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Diskusi interaktif yang berlangsung selama acara menunjukkan tingginya antusiasme peserta.
Kepala Desa Sambak, Dahlan, turut menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut sebagai langkah strategis mengubah limbah menjadi peluang ekonomi baru.
Kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian juga tengah merancang mesin pengering ampas tahu berbasis teknologi tepat guna yang hemat biaya dan ramah lingkungan. Mesin ini nantinya akan digunakan oleh mitra secara berkelanjutan dalam proses produksi ampas tahu kering. (adv)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar