Mengenal Istilah ‘On Eternal Patrol’, Ramai Disebut Saat KRI Nanggala-402 Tenggelam

BNews—NASIONAL— Indonesia tengah berduka karena tenggelamnya sebuah kapal selam Angkatan laut di perairan Bali. KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) dan pada awalnya berstatus submiss (kapal hilang).

Diperkirakan status KRI Nanggala-402 kini berada di kedalaman 850 meter dibawah permukaan laut. Hal ini pun sontak memunculkan istilah ‘on eternal patrol’ atau yang berarti ‘dalam patrol abadi’ yang ramai diperbincangkan publik.

Dilansir dari Kompas, istilah eternal patrol telah dikenal sejak Perang Dunia II. Ketika kapal selam meninggalkan pelabuhan dan kembali setelah selesai, disebut patroli. Namun, ketika kapal selam hilang dan tidak berhasil pulang ke pelabuhan, patroli yang terjadi disebut “abadi” atau eternal patrol.

Menurut catatan We Are The Mighty, sejak Perang Dunia II, sejumlah negara telah kehilangan kapal selam mereka. Di Amerika Serikat (AS) telah kehilangan 4 kapal selam, terdiri dari 2 kapal selam serang bertenaga nuklir USS Thresher (SSN 593) dan USS Scorpion (SSN 589), yang tenggelam karena kecelakaan.

Pada akhir 1940-an, 2 kapal selam listrik diesel kelas Balao, USS Cochino (SS 345) dan USS Stickleback (SS 415), juga tenggelam akibat kecelakaan.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Peristiwa kehilangan paling terkenal terjadi pada 2000, di mana kapal selam berpeluru kendali bertenaga nuklir Rusia, Kursk, tenggelam. Sebuah kapal selam kelas Oscar itu mengalami ledakan di dalam dan tenggelam.

Uni Soviet memiliki 5 kapal selam bertenaga nuklir yang tenggelam, dengan satu kapal selam berpeluru kendali bertenaga nuklir kelas Charlie dapat ditemukan dan diangkat dari dalam air.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Sementara lainnya, ada kapal selam yang meledak secara spektakuler. Terkadang membutuhkan waktu lama untuk menemukan kapal selam tersebut. Contohnya, kapal selam berpeluru kendali “Twin Cylinder” Whiskey, yang tenggelam pada 1961, membutuhkn waktu lebih dari 7 tahun untuk ditemukan.

Sementara Soviet, tidak pernah menemukan kapal selam rudal balistik kelas Golf K-129 sampai reporter investigasi Jack Anderson mengungkapkan keberadaan Project Azorian.

Penyebab ledakan kapal selam dengan 44 awaknya ke dasar Atlantik Selatan tidak pernah diketahui. Tidak dapat disangkal bahwa kapal selam menghadapi banyak bahaya, bahkan ketika melakukan operasi rutin masa damai, bukan perang. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: