Mengenal Wedange Ndoro Magelang, Minuman Herbal yang Patut Dicoba

BNews—MAGELANG— Pandemi Covid-19 menjadi momentum Itur Yuliastik (47) untuk membuat aneka produk minuman herbal dengan mengusung brand Wedange Ndoro. Dimulai dari wedang uwuh, kini Itur sudah mengembangkan 13 produk aneka racikan empon-empon dan teh. 

Wedange Ndoro sendiri merupakan rumah produksi aneka produk herbal yang dikelola oleh Itur Yuliastik melalui CV Totalindo Gemilang. Itur menceritakan bahwa dirinya jatuh bangun saat membangun usaha. Sejak lulus sekolah menengah, dirinya memilih bekerja bahkan pernah bekerja di luar negeri.

Tak ingin selamanya menjadi karyawan, dirinya mulai membangun usaha sekitar tahun 2016 silam. Hingga pada saat Covid-19 meledak di Indonesia, produk-produk herbal miliknya banyak dicari oleh pembeli.

Awalnya, Itur berinovasi membuat wedang uwuh, dirinya mempelajari resep minuman herbal tersebut dari berbagai daerah. ”Saya sudah paham dengan pengolahan daun dan kunci utamanya yakni kebersihan bahan. Saya membuat wedang uwuh dengan konsep yang berbeda,” ujarnya, Senin (25/10/2021).

”Dengan lima item yakni kayu secang, jahe, cengkeh, daun pala dan daun kayu manis. (Membuat) dengan proses yang berbeda. Jadi semua (bahan) sudah di cuci bersih dan tinggal di seduh,” sambungnya.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Usai menemukan resep wedang uwuh, lanjut Itur, dirinya mengembangkan produk wedang bledeg. Yakni campuran empon-empon yang dilengkapi jeruk nipis dan cabai.

”Saya menanam cabai tidak dengan pestisida. Cabainya saya cuci bersih, kukus dan dikeringkan kemudian ketemulah (resep) wedang bledeg ini,” ujar Itur.

Itur menyebut, produk tersebut diberi nama wedang bledeg karena ada cabainya. Setelah wedang bledeg, berkembang menjadi produk-produk lainnya. ”Untuk bahan-bahannya sendiri, saya ada suplayer dan ada yang nanam sendiri,” imbuh dia.

Kini ada tujuh varian wedang yang dijual yakni Wedang Bledeg, Rempus, Golden Rempon, Uwuh, Alam, Gujaser dan All Varian. Selain itu, ditawarkan pula teh celup berisi daun kelor, kumis kucing, alpukat, sukun, sirsak, dan kersen.

Menurut Itur, awal pemasaran produk-produknya melalui mulut ke mulut namun kini sudah melalui online, marketplace. Dirinya saat ini dibantu oleh 10 karyawan. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: