Mengungkap Tragedi Sejarah di Palagan Magelang yang Terlupakan
- calendar_month Rab, 11 Okt 2023

salah satu rumah dengan penuh sejarah di Kota Magelang
Kondisi yang tidak kondusif ini membuat Mayor Ahmad Yani mengatur strategi dengan mendirikan dapur umum di beberapa tempat, sebagai upaya untuk memasok kebutuhan makan para pejuang.
Pertempuran besar akhirnya meletus di Magelang, dengan berbagai kota seperti Yogyakarta, Wonosobo; dan Kebumen turut membantu dalam perang melawan Inggris, Jepang, dan Gurkha. Terdesak dan kaget, tentara Inggris tidak mengetahui bahwa ada 5 tentara Jepang yang membelot dan melatih para pejuang untuk bertempur.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Pertempuran di Palagan Magelang meledak pada tanggal 31 Oktober hingga 2 November 1945. Pasukan Inggris; dan Gurkha yang bermarkas di Magelang mendapat tekanan dan kehilangan pasokan makanan.
Dua pejuang naik ke atas Water Toren di alun-alun untuk menembaki markas Gurkha. Melihat tentaranya dalam keadaan kacau, pimpinan Inggris di Magelang menghubungi pimpinan di Semarang untuk meminta gencatan senjata.
Gencatan senjata tersebut disetujui dan ditengahi oleh Presiden Soekarno yang saat itu berada di Jakarta. Soekarno kemudian menemui pimpinan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Semarang dan Yogyakarta untuk negosiasi.
Setelah kedua pihak mencapai kesepakatan, Soekarno melanjutkan perjalanan dari Semarang ke Magelang dan pada tanggal 2 November 1945 menyatakan Palagan Magelang dihentikan.
Meskipun pertumpahan darah telah berakhir, banyak pejuang Magelang yang menyesalkan keputusan tersebut karena mereka hampir berhasil mengalahkan pasukan Inggris. Setelah pertempuran selesai, Soekarno mengunjungi dapur umum dan melihat makam para korban perang di Magelang. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar