Merapi Bakal Dikembangkan Menjadi Vulcano Sains Techno Park

BNews—SRUMBUNG— Kawasan lereng Gunung Merapi rencananya akan dikembangkan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) modern dengan nama Vulcano Sains Techno Park Merapi. Dengan mengembangkan teknologi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Ini akan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan kegunungapian nasional pertama. Diharapkan bagi masyarakat yang hidup di lereng-lereng gunung khususnya Merapi itu kalau ada bencana selamat tapi pascabencana nikmat (membawa berkah),” jelas anggota Dewan Riset Nasional Komtek Lingkungan dan Bencana, prof Suratman, belum lama ini.

Suratman menjelaskan, dengan semangat ilmu pengetahuan diharapkan akan menihilkan jumlah korban. Target tersebut tentunya didukung dengan perlengkapan alat seperti sensor, pesawat nirawak atau drone hingga ponsel untuk warning dengan alat digital modern agar taat mengikuti arahan dari BPPTKG.

Terang dia, saat terjadi erupsi Merapi, BPPTKG menghimbau tiga kilometer dari puncak gunung harus steril dari aktifitas masyarakat. Sedang dulu, masyarakat masih kurang taat karena masyarakat mempunyai aliran (kepercayaan) sendiri. Padahal, ilmu pengetahuan memiliki kebenaran.

”Ini paduan aliran, mahzab dengan kebenaran harus kita sinkronkan. Sehingga kalau bisa masyarakat Merapi modern menghargai ilmu pengetahuan,” kata pria yang juga professor geografi di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta itu.

Untuk mengetahui secara riil, pihaknya memasang alat deteksi lahar dibeberapa pos pengamatan milik BPPTKG. Pihaknya mengaku mempunyai deteksi Jahat temuan dari dari teman-teman UGM dan deteksi dengan menggunakan drone dan seismograf yang dapat dipasang dekat dengan yang bergerak supaya tahu.

”Tapi masyarakatnya harus dididik dan tiap sekolah diberi ilmu pengetahuan serta praktik dengan kami. Lalu komunitas relawan kita transfer ilmu pengetahuannya,” ujarnya.

Jika Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menggerakkan Ekoturisme dengan pelestari, Suratman dan pihaknya melakukan pelestarian dengan konsep Geoturism. Ia menekankan bahwa mitigasi merupakan nomor satu kemudian setelah itu baru melakukan pelestarian.

”Sehingga kita mau melahirkan jika diizinkan Presiden, kami ingin mendirikan pusat pengembangan ilmu pengetahuan kegunung apian mulai dari Gunung Merapi,” tekannya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: