Merapi ’Bangun dari Tidur’, Radius Potensi Bahaya Diperluas

BNews—JOGJAKARTA— Gunung Merapi di perbatasan Jateng dan DI Jogjakarta hingga Sabtu (26/6) siang terpantau masih bergejolak. Salah satu gunung teraktif di dunia ini memuntahkan satu kali awan panas guguran atau wedus gembel dan semburan lava pijar sembilan kali.

”Awan panas guguran terjadi pada pukul 06.46WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 25 milimeter dan durasi 78 detik. Jarak luncur 800 meter ke tenggara,” kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Sabtu (26/6).

Sedang lava pijar guguran tujuh kali  terjadi pada periode 00.00-06.00 WIB dengan jarak luncur 1.100 meter ke arah barat daya. Dan dua kali pada periode 06.00-12.00 WIB dengan jarak luncur seribu meter juga ke arah barat daya.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi serratus meter di atas puncak kawah. Cuaca berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat.

”Suhu udara 21-27 derajat Celsius, kelembaban udara 68-98 persen dan tekanan udara 567-708 mmHg. Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III,” ujarnya.

Pada Sabtu (26/6) peride 00.00-12.00 WIB, juga tercatat gempa guguran 141 kali, gempa hembusan delapan kali, gempa fase banyak/ hybrid enam kali da gempa vulkanik dangkal tiga kali.

”Status aktivitas Gunung Merapi Level III atau Siaga,” tegasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Tingginya aktivitas ini menyebabkan radius potensi bahaya awan panas dan lava pijar ada perubahan dan penambahan. Yaitu pada sektor tenggara-barat daya sejauh tiga kilometer (km) ke arah Sungai Woro.

Dan sejauh lima kilometer ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih. Lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

”Sebelumnya radius potensi bahaya guguran lava dan awan panas ke sektor selatan barat dan tenggara arah Sungai Gendol sejauh tiga kilometer dan tidak ada yang mengarah ke Sungai Woro,” bebernya.

”Untuk itu masyarakat dihimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya,” imbuh dia. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: