Harga Kedelai Meroket, Produsen Tahu Magelang Naikan Harga Dan Kurangi Ukuran

BNews–MAGELANG-– Para pengusaha tahu dan tempe di Magelang harus melakukan hal untuk menekan biaya produksinya. Mereka terpaksa mengurangi ukuran tahu dan tempa serta menaikan harganya.

Hal tersebut diakibatkan harga bahan baku kedelai meroket tajam awal tahun 2021 ini. Dimana sebelumnya harga kedelai impor hanya Rp 6000 menjadi Rp 9.100 perkilonya.

Salah satu pengusaha tahu di wilayah Muntilan yang tidak mau disebut namanya, mengatakan hal tersebut dilakukan dengan terpaksa.

“Ya mau bagaimana lagi, daripada rugi ongkos produksinya. Jadi ukuran tahu kita kurangi sedikit, dan harganya kita naikan sedikit,” katanya saat dihubungi Borobudurnews (4/1/2021).

Ia menjelaskan, biasanya dari satu papan produksi tahu itu kemudian dipotong dengan ukuran standar.

 “Biasanya satu papan dipotong menjadi 36 biji, sekarang dipotong menjadi 40 biji,” katanya.

Ia berharap, harga kedelai bisa kembali normal seperti semula karena sejak pandemi berlangsung pihaknya sudah mengurangi jumlah produksi tahu miliknya.

“Sebelumnya bisa mencapai 6 kuintal kedelai setiap harinya. Kini kami hanya mampu memproduksi tahu dengan bahan baku sekitar 4,5 kuintal kedelai setiap hari,” katanya.

Hal keberatan juga sama dirasakan ibu-ibu rumah tangga di kawasan Kecamatan Dukun Magelang. Mereka mengaku harga tahun naik dan ukurannya semakin kecil.

“Biasanya satu bungkus isi 10 biji tahu itu harganya Rp 4000 itu ukurannya standar. Namun sekarang harga satu bungkus mencapai Rp 6000 dan ukuran tahu semakin kecil,” kata Tari seusai pulang dari Pasar.

Diketahui bersama, tahu merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung protein nabati cukup tinggi. Selain untuk dimasak sayur, tahu juga bisa dimasak dijadikan lauk pauk yang cukup ekonomis. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: