Meski Pandemi, KSPPS BMT BIMA Magelang Tutup Buku Tahun 2020 Lebihi Target

BNews–MAGELANG– Banyak usaha perbankan ataupun koperasi simpan pinjam gulung tikar atau kesulitan selama pandemi covid-19 kali ini. Meskipun demikian, ada salah satu koperasi simpan pinjam di Magelang yang mampu tetap berjalan bahkan bangkit.

Usaha tersebut adalah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Insan Mulia (KSPPS BMT BIMA). Dimana hingga tahun 2021 ini memiliki 10 kantor cabang, 3 kantor pembantu dan satu kantor pusat di Muntilan.

Perlu diketahui sebelumnya, KSPPS BMT BIMA ini menjadi salah satu koperasi simpan pinjam terbesar di wilayah Magelang. Mereka sudah berdiri sejak tahun 1995, dan semakin berjaya hingga tahun 2021 ini, meskipun sempat kesulitan selama pandemi covid-19.

Ketua KSPPS BMT BIMA, Abdul Hadi Nashir saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) XXV tutup buku tahun 2020 mengatakan pandemi covid-19 saat berpengaruh sekali. Kondisi perekonomian tidak menentu termasuk dalam dunia perbankan.

“Namun Alhamdulillah KSSPS BMT BIMA mampu mengantisipasinya. Bahkan pada tutup buku kali ini raihan asset tahun 2020 meningkat menjadi sekitar Rp 165 Miliar. Hal ini dibandingkan tahun 2019 asset yang diraih hanya sebesar Rp 141 miliar,” katanya saat acara RAT XXV di Aula BMT BIMA Muntilan (20/3/2021).

DPD PKS Magelang Ramadhan

Tidak hanya itu, lanjutnya BMT BIMA pada tahun 2020 bersamaan dengan pandemi juga mampu menyalurkan dana dalam bentuk pembiayaan dengan sistem syariah. “Tahun 2020 kemarin, kami laporkan pada tutup buku kali ini penyaluran dana bisa mencapai  sekitar RP 727 Miliar,” imbuhnya didepan perwakilan 50 anggota peserta rapat.

Penyaluran dana tersebut, lanjutnya diberikan kepada anggota untuk berbagai sektor usaha yang tergolong usaha mikro, kecil dan menengah. “Dan disetiap akhir tahunnya, BMT BIMA juga selalu diaudit oleh auditor eksternal,” tegasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Abdul Nashir juga mengungkapkan bahwa pihaknya juga mendapat kepercayaan dari Lembaga Penyalur Dana Bergulir Syariah (LPDB Syariah) Kementerian Koperasi & UKM RI.

“Kami dipercaya untuk mengelola dana sebesar Rp. 12 Miliar untuk disalurkan dalam bentuk pembiayaan kepada anggota dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Dan hal itu berhasil kami jalankan selama dua bulan,” ungkapnya.

Ditanya soal startegi apa yang dilakukan bisa bertahan bahkan mampu berkembang selama pandemi, Abdul Nashir menjelaskan yang pertama adalah startegi motivasi.

“Jadi tidak ada revisi target. Jadi saat pandemi target tetap sama seperti awal tahun sebelum ada pandemi. Sehingga karyawan tetap semangat dalam mengatasi pembiayaan yang bermasalah, karena saat itu banyak kampung yang lockdown tutup akses orang luar untuk masuk,” paparnya.

Kemudian, kata dia menjalin komunikasi dengan anggota atau nasabah melalui teknologi yang ada. “Selanjutnya kebijakan kami dengan adanya penjadwalan ulang bagi anggota yang mengangsur juga. Jadi kita ringankan dengan perpanjang waktunya, kita perkecil angsurannya. Jadi yang penting jalan daripada tidak ada,” terangnya.

Oleh karena itu, tidak ada kantor cabang yang tutup atapun pengurangan karyawan. “Saya harap kedepan kami tetap bisa bekerja sebaik-baiknya. meningkatkan pelayanan serta perannya dalam mengemban amanah dan mengembangkan ekonomi ummat meski ditengah pandemi covid 19,” harapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara itu, acara rapat dibuka oleh  Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Magelang; dalam hal ini diwakili Kasi Kelembaagan dan Legalitas Koperasi, M. Ali Mahsun.

Dimana dirinya sangat kaget dengan capaian yang didapatkan oleh KSPPS BMT BIMA kali ini di tengah pandemi covid-19. “Dari paparan tadi bagus ya, jadi ada upaya-upaya mengatasi permasalah di tengah pandemi ini. Jadi ini luar biasa, karena selama ini yang kita rasakan mereka-mereka ini kebanyakan pasarah dengan keadaan, namun BMT BIMA ternyata tidak,” ujarnya.

“Pecaipaian BMT BIMA ini luar biasa, saya kaget mendengar pemaparan tadi karena bahkan melebihi target mereka. Dan hal ini nantinya akan kami sampaikan kepada teman-teman saat pembinaan apa yang harus dilakukan menghadapi era pandemi ini . Jadi jangan pasrah tetap semangat dan jangan menyerah dengan keadaan,” tegasnya.

Ali Mahsun juga menyarakan kedepan kepada BMT BIMA untuk membuka cabang semakin banyak agar mampu berkompetisi. “Tidak ketinggalan kemampuan SDMnya ditingkatkan dengan skill yang dibutuhkan. Terakhir soal intergirtas tim, kekompakan dan semangat tim harus selalu ditingkatkan,” tandasnya.

 Pada kesempatan tersebut juga diserahkan sebagian bagi hasil dari program Simpanan Berjangka Inovatif (SBI) berupa 1 unit sepeda motor Honda Vario 150. Dimana kali ini diperoleh anggota atas nama Siti Mardiyah warga Borobudur Magelang.

Perlu diketahui, SBI merupakan simpanan berjangka waktu 2 tahun yang sebagian bagi hasilnya dapat diterima di awal investasi. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: