Meski Terjadi Guguran Lava Di Lereng Merapi Magelang, Masyarakat Tetap Beraktivitas Normal

BNews–MAGELANG– Terjadi guguran lava di lereng Merapi wilayah Kabupaten Magelang pada Jumat pagi ini (6/8/2022).

Wawan salah satu relawan PRB Desa Sengi Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang membenarkan kejadian tersebut. “Benar guguran lava di sisi barat laut sekitar pukul 08.46 wib,” katanya saat dikonfirmasi Borobudurnews.com Jumat siang.

Ia menyebutkan guguran tersebut di alur sungai tringsing. Dimana Sungai Tringsing berada di perbatasan Desa Sengi dan Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang.

“Untuk jarak luncuran kurang tahu, belum dapat info dari BPPTKG. Dan informasi yang saya peroleh sementar dari petugas, bahwa guguran tersebut material lama, dan beberapa hari yang lalu di drone belum sampai mepet bibir untuk material yang baru,” imbuhnya.

Wawan yang saat dihubungi berada di daerah Sungai Tringsing mengaku masyarakat masih beraktivitas seperti biasa.

“Masyarakat beraktivitas biasa, ada yang mencari rumput, di ladang dan lainnya. Jadi tidak terpengaruh guguran tersebut. Meski guguran ke arah barat laut bisa terbilang jarang terjadi,” ujarnya.

Sementara itu BPPTKG dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/8/2022), disebutkan dari periode pengamatan pukul 00.00 – 06.00 WIB; cuaca di Gunung Merapi (2968 mdpl) cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Suhu udara 12-16 °C, kelembaban udara 46-65.1 %, dan tekanan udara 836.4-915.6 mmHg. Secara visual Gunung Merapi tampak jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20-80 m di atas puncak kawah.

“Pada periode ini, BPPTKG Yogyakarta mengamati 3 kali Guguran Lava dengan jarak luncur maksimal 1,8 kilometer (1.800 meter) ke arah barat daya. Sementara dari data kegempaan merekam terjadinya gempa Guguran 18 kali, Hembusan 4 kali, dan Hybrid/Fase Banyak 3 kali.” tulis BPPTKG Yogyakarta.

Hingga kini BPPTKG Yogyakarta masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Merapi pada Level III (Siaga). Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

 Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.” imbau BPPTKG.

 Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (bsn)

IKUTI KAMI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: