Kabar Baik untuk Warga Wonogiri! Jalan Rusak Bakal Diperbaiki, Anggaran Naik 4 Kali Lipat
- calendar_month 30 menit yang lalu

Dongkrak Infrastruktur Perbatasan, Perbaikan Jalan Provinsi di Wonogiri Melonjak Jadi Rp42 Miliar
BNews-JATENG – Sejumlah ruas jalan provinsi yang menjadi jalur strategis penghubung Kabupaten Wonogiri dengan wilayah Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mendapatkan penanganan prioritas pada tahun 2026.
Peningkatan penanganan infrastruktur tersebut menyusul kebijakan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang menerbitkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) terkait penambahan alokasi anggaran pembangunan dan perbaikan jalan provinsi.
Melalui kebijakan tersebut, anggaran perbaikan jalan provinsi di Kabupaten Wonogiri yang sebelumnya sebesar Rp9,4 miliar meningkat signifikan menjadi Rp42 miliar. Tambahan anggaran itu merupakan bagian dari realokasi dana sebesar Rp200 miliar yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di berbagai daerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk enam paket pekerjaan pada sejumlah ruas jalan prioritas di Kabupaten Wonogiri.
“Di Kabupaten Wonogiri ini kalau anggaran awal ditambah alokasi dari Perkada, maka menjadi Rp42 miliar. Anggaran ini untuk enam paket di sejumlah ruas jalan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro di sela mengecek ruas jalan Ngadirojo-Giriwoyo Wonogiri pada, Senin, 15 Juni 2026.
Ruas Jalan Penghubung Jatim dan DIY Jadi Prioritas
Beberapa ruas jalan yang akan mendapatkan perbaikan antara lain Jalan Ngadirojo–Biting yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur. Ruas jalan sepanjang 40 kilometer tersebut menjadi akses penting yang terhubung dengan jalur utama di Kabupaten Ponorogo.
Selain itu, perbaikan juga akan dilakukan pada ruas Jalan Ngadirojo–Giriwoyo melalui pekerjaan betonisasi dan pengaspalan dua lapis di dua titik berbeda. Jalan sepanjang 37 kilometer ini menjadi jalur penghubung langsung menuju jalan nasional di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Ruas lainnya yang masuk dalam program perbaikan adalah Jalan Wonogiri–Manyaran–Blimbing yang berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurut Henggar, tingkat kemantapan jalan provinsi di Wonogiri mengalami penurunan cukup signifikan sepanjang tahun 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh usia jalan, tingginya volume lalu lintas kendaraan, curah hujan yang tinggi pada awal tahun, serta kondisi tanah yang relatif labil.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pekerjaan konstruksi dapat dimulai pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
“Bapak Gubernur ingin jalan-jalan provinsi digenjot pembangunanya. Maka dengan kebijakan alokasi tambahan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas jalan dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat,” ujar Henggar.
Diharapkan Dongkrak Perekonomian Masyarakat
Kepala DPUPR Kabupaten Wonogiri, Prihadi Ariyanto, menyampaikan apresiasi atas tambahan alokasi anggaran yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk pembangunan jalan di wilayahnya.
Ia berharap proses pembangunan dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Terima kasih pada Pak Gubernur mengalokasikan pembangunan jalan di Wonogiri. Setelah jadi, bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan jalan dirawat bersama-sama,” kata Prihadi.
Sementara itu, warga Kecamatan Ngadirojo, Surya, menyambut baik rencana perbaikan jalan tersebut. Menurutnya, kondisi Jalan Ngadirojo–Giriwoyo saat ini banyak mengalami kerusakan berupa lubang dan permukaan yang bergelombang.
Kerusakan jalan tersebut dinilai kerap membahayakan pengguna jalan dan menyebabkan biaya tambahan bagi masyarakat karena kendaraan sering mengalami kerusakan, terutama ban motor yang bocor akibat terperosok ke lubang yang cukup dalam.
Realokasi Rp200 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak di Jateng
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan realokasi anggaran tahun 2026 senilai sekitar Rp200 miliar untuk mempercepat penanganan jalan rusak di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Kebijakan tersebut dilakukan guna meningkatkan kembali tingkat kemantapan jalan provinsi yang sempat mengalami penurunan akibat; musim hujan berkepanjangan hingga awal tahun 2026.
Dana hasil realokasi itu diprioritaskan untuk penanganan ruas-ruas jalan provinsi yang saat ini berada dalam kondisi rusak berat agar; segera kembali layak dan nyaman digunakan masyarakat. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar