Tradisi Bersih Punden Sumur Blandung Tetap Lestari, Warga Temanggung Gelar Doa dan Gotong Royong Sambut 1 Suro
- calendar_month 25 menit yang lalu

BNews-TEMANGGUNG- Puluhan pemuda bersama para sesepuh dan warga Dusun Ngabean, Desa Tegowanuh, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, menggelar tradisi tahunan Bersih Punden Sumur Blandung dalam rangka memperingati 1 Suro atau Tahun Baru Jawa.
Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun selama puluhan tahun tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat sekaligus sarana memanjatkan doa bersama untuk keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan warga.
Sejak pagi hari, masyarakat berdatangan ke kawasan Sumur Blandung dengan membawa ember dan berbagai peralatan kebersihan. Secara bergotong royong mereka membersihkan area punden serta menguras sumur yang selama ini dianggap memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi warga setempat.
Sesepuh Dusun Ngabean, Hidayat (61), mengatakan kegiatan tersebut melibatkan hampir seluruh masyarakat dusun, mulai dari anak-anak hingga para orang tua.
“Kurang lebih 90 persen warga Dusun Ngabean ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Untuk kalangan pemuda saja ada sekitar 70 orang yang turut membantu membersihkan punden dan sumur. Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama dan terus kami lestarikan dari generasi ke generasi,” ujar Hidayat, Selasa (16/6/2025).
Wujud Gotong Royong dan Silaturahmi Warga
Menurut Hidayat, tradisi Bersih Punden Sumur Blandung tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan dan situs budaya yang diwariskan leluhur, tetapi juga menjadi media mempererat hubungan sosial antarwarga.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat berkumpul, bekerja sama, dan memperkuat rasa kebersamaan tanpa memandang usia maupun latar belakang.
“Selain menjaga kebersihan dan kelestarian punden, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi warga. Semua berkumpul, bekerja bersama, dan saling membantu tanpa membedakan usia,” katanya.
Setelah kegiatan kerja bakti selesai, warga melanjutkan rangkaian acara dengan menggelar selamatan atau syukuran di sekitar area punden. Berbagai hidangan khas tradisional seperti tumpeng, megono, dan ingkung ayam disajikan dan dinikmati bersama sebagai simbol rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Doa Keselamatan dan Keberkahan di Tahun Baru Jawa
Dalam rangkaian tradisi tersebut, warga juga mengambil air dari mata air kecil yang berada di kawasan Sumur Blandung. Air yang menetes dari sumber mata air itu dimasukkan ke dalam botol oleh warga yang membutuhkan.
Menurut masyarakat setempat, air tersebut menjadi bagian dari tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun dan memiliki makna tersendiri dalam kehidupan warga.
Hidayat menjelaskan, doa yang dipanjatkan dalam acara selamatan ditujukan untuk memohon kesehatan, keselamatan, keberkahan rezeki, serta ketenteraman hidup bagi seluruh masyarakat Dusun Ngabean dan Desa Tegowanuh.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Harapan kami, masyarakat selalu diberi kesehatan, dijauhkan dari bala, petaka, dan penyakit. Kami juga berdoa agar diberikan keberkahan umur, rezeki yang baik, serta kehidupan yang makmur dan tenteram,” tuturnya.
Menjaga Warisan Leluhur dan Nilai Kebersamaan
Lebih lanjut, Hidayat mengatakan keberadaan Sumur Blandung memiliki makna penting bagi masyarakat Dusun Ngabean. Selain menjadi bagian dari warisan budaya, air dari sumur tersebut juga sering dimanfaatkan warga dalam berbagai kegiatan tradisi yang berkaitan dengan harapan keselamatan dan keberkahan.
Ia menegaskan bahwa pelestarian tradisi menjadi tanggung jawab bersama agar nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur tetap dikenal oleh generasi muda.
“Yang paling penting adalah menjaga warisan leluhur agar tidak hilang. Tradisi ini menjadi pengingat bagi generasi muda tentang pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Hingga kini, tradisi Bersih Punden Sumur Blandung tetap lestari dan menjadi salah satu bentuk kearifan lokal; yang terus dijaga masyarakat Dusun Ngabean. Selain merawat situs budaya peninggalan leluhur, tradisi tersebut juga menjadi sarana memperkuat semangat gotong royong; dan persaudaraan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat pedesaan. (ans)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar