Misteri Ruwat Anak dalam Budaya Jawa: Ritual Sakral Penolak Bala Sejak Lahir!
- calendar_month Sen, 23 Jun 2025

Ruwat Anak dalam Tradisi Jawa, Memahami Jenis dan Tata Cara untuk Keberuntungan
BNews-NASIONAL- Masyarakat Jawa, dengan warisan budaya yang kaya dan mendalam, masih memegang teguh berbagai tradisi yang diyakini membawa keberkahan dan melindungi dari kesialan.
Salah satu ritual sakral yang tetap lestari adalah ruwat anak, sebuah upacara yang bertujuan untuk membebaskan atau membersihkan seorang anak; dari potensi nasib buruk atau bahaya yang diyakini terkait dengan kondisi kelahirannya.
Lebih dari sekadar seremoni, ruwat anak mencerminkan filosofi mendalam tentang hubungan manusia dengan alam gaib, berharap agar anak dapat tumbuh sehat, selamat, dan sukses di masa depan.
Mengapa Ruwat Anak Penting? Mengenal Kondisi ‘Sukerta’
Keyakinan akan perlunya ruwat anak berakar pada pandangan bahwa beberapa kondisi kelahiran dianggap “unik” atau “istimewa,” berpotensi membawa ‘sukerta’; atau kesialan jika tidak diatasi dengan ritual khusus.
Dalam tradender Jawa, anak-anak yang tergolong ‘sukerta’ dan umumnya diruwat meliputi: Ontang-anting (anak tunggal laki-laki); Unting-unting (anak tunggal perempuan), Kembar (terutama kembar buncing atau beda jenis kelamin); Sendang kapit pancuran (anak laki-laki di antara dua anak perempuan), dan Pancuran kapit sendang (anak perempuan di antara dua anak laki-laki).
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Kondisi lain seperti wungkuk (cacat fisik), lahir sungsang (posisi kaki dulu), lahir kali pancer (lahir setelah kakak meninggal); atau lahir ganda (kelainan fisik) juga termasuk kategori yang diyakini memerlukan ruwatan.
Bahkan, waktu kelahiran pada hari atau bulan tertentu dalam kalender Jawa yang dianggap kurang baik juga bisa menjadi alasan ruwatan. Melalui upacara ruwat, energi negatif atau potensi kesialan ini diharapkan dapat dihilangkan, membuka jalan bagi kehidupan anak yang lebih baik.
Jenis-Jenis Upacara Ruwat Anak: Dari Sederhana hingga Wayang Ruwat
Tradisi ruwat anak di Jawa memiliki beragam jenis, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan keluarga. Ruwat sederhana merupakan ritual berskala kecil; seringkali melibatkan doa khusus, sesaji minimal, dan pemotongan sedikit rambut anak sebagai simbol pembuangan kesialan.
Upacara ini umumnya dipimpin oleh tokoh agama atau sesepuh masyarakat.
Simak Berita Video dan Video Viral di BorobudurNewsTV (KLIK)
Di sisi lain, ruwat ageng adalah upacara yang lebih besar dan kompleks, sering kali dimeriahkan dengan gamelan, tarian khusus seperti Tari Ruwat Murwakala, pembacaan mantra, penyembelihan hewan kurban (kambing atau ayam), serta sesaji yang lebih lengkap.
Salah satu bentuk ruwat ageng yang paling dikenal adalah Wayang Ruwat, di mana pertunjukan wayang kulit dengan lakon “Murwakala” menjadi inti upacara.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Lakon ini mengisahkan Batara Kala yang mengejar anak-anak ‘sukerta’, dan melalui kemenangan atas Batara Kala dalam cerita, anak yang diruwat diyakini terbebas dari ancaman.
Dalang yang membawakan wayang ruwat biasanya memiliki pemahaman mendalam tentang cerita dan mantra khusus. Selain itu, beberapa daerah juga mengenal Tari Ruwat, sebuah tarian simbolis yang bertujuan mengusir roh jahat atau energi negatif, seperti Tari Bedhaya Ketawang yang sakral dan berfungsi sebagai ruwatan.
Tata Cara Rumat Anak …. KLIK DISINI UNTUK LANJUT MEMBACA
About The Author
- Penulis: BNews 2




Saat ini belum ada komentar