Reaktif Saat Rapid Test Masal, Ini Hasil Swab 30 Pedagang di Sleman

BNews—SLEMAN— Tim percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sleman terus melakukan langkah antisipasi. Diantaranya menggelar rapid test masal kedua bagi pedagang pasar, kemarin (17/6/2020).

Mereka yang mengikuti rapid test masal ini adalah pedagang yang dinyatakan tidak reaktif pada tahap pertama. “Pada RDT tahap pertama diikuti 710 peserta dan 24 di antaranya dinyatakan reaktif,” kata Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmaladewi. 

Sedangkan pada tahap kedua kali ini hanya diikuti oleh 580 peserta, dan ada sembilan peserta yang dinyatakan reaktif. Sehingga, total ada 33 peserta dari pedagang pasar tradisional yang dinyatakan reaktif.

“Jumlah pasarnya 14, sama seperti kemarin. Peserta 580 yang reaktif sembilan orang. Untuk yang reaktif akan dilakukan prosedur isolasi di Asrama Haji,” ungkap dia.

Adapun 14 pasar tradisional yang ada di Kabupaten Sleman yakni Pasar Prambanan, Condongcatur, Gamping, Godean, Sleman 1, Jangkang, Ngino, Cebongan, Colombo, Stan Maguwo, Tempel, Gentan, Nologaten, serta Rejondani.

Adapun pada rapid test masal tahap pertama pekan lalu, pemkab Sleman juga melakukan uji SWAB ke pedagang pasar.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan bahwa uji swab ini adalah saran dari ahli epidemiologi UGM dan Joko menilai bahwa langkah tersebut sangat relevan untuk mengetahui gambaran penyebaran Covid-19 di Sleman.

Loading...

Sebanyak 30 orang dari tiga pasar yakni pasar Prambanan, Condongcatur dan Godean dipilih untuk dilakukan swab sampling pekan lalu.   “Hasilnya 30 sampel yang diambil hasilnya semua negatif,” jelas Joko.

Namun demikian, berbeda dengan rapid test massal tahap pertama, pada tahap kedua ini Dinkes Sleman tidak melakukan uji swab.

Joko mengatakan ada beberapa kendala teknis yang menyebabkan pihaknya tidak melakukan uji swab kepada sejumlah pedagang.

“Salah satu kendalanya adalah ketersediaan VTM (alat penyimpanan sampel) dan dacron (alat swab) sehingga kami putuskan sementara hanya dilakukan rapid tes,” ungkapnya. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: