MTCC Unimma Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Hias, Anggrek dan Aglonema

BNews—MAGELANG— Bisnis tanaman hias dianggap memiliki hasil yang menguntungkan di tengah Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum usai. Bisnis ini dinilai sangat menarik karena permintaan tanaman hias dari dua sisi, yakni penjual dan pembeli.

Atas dasar itu, pertemuan ketiga Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah (STMM) yang digagas MTCC Unimma ini mengangkat topik tanaman hias. Yang mana pelatihan ini diikuti 30 peserta.

Ketua MTCC Unimma, Retno Rusdjijati mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 membawa peluang besar pada bisnis tanaman hias. ”Bisnis ini juga sejalan dengan program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor) yang digagas Kementerian Pertanian untuk komoditas pertanian, termasuk tanaman hias,” ungkapnya.

Adapun tanaman hias yang dipilih menjadi topik STMM kali ini adalah anggrek dan aglonema. Menurut Retno, anggrek berpeluang besar untuk dikembangkan secara komersil karena prospek bisnis tanaman hias bunga ini dinilai menjanjikan.

”Sekitar 25 persen spesies tanaman hias anggrek dunia berada di Indonesia dan lebih dari 700 spesies anggrek dipunyai oleh Indonesia. Bahkan sekitar 90 persen induk-induk silangan anggrek yang paling digemari dan dikomersilkan berasal dari Indonesia,” imbuhnya.

Dia menyebut, setiap fase dalam perkembangan anggrek yang bisa dijadikan usaha. Dimulai dari mengadakan silangan untuk membuat kultivar baru sampai menghasilkan tanaman pot anggrek hias berbunga atau produksi bunga potong.

Sementara pada aglonema, lanjut Retno, prospeknya bisa sangat menjanjikan. Lantaran banyak dicari oleh penggemar tanaman.

”Tanaman hias cantik yang berasal dari hutan hujan di wilayah Asia Tengah ini memiliki keunggulan budidaya. Karena kecepatan adaptasi di semua iklim,” ujarnya.

Pada pertemuan ketiga STMM ini, instruktur pelatihan berasal dari SMK Muhammadiyah 2 Magelang selaku mitra utama dari MTCC Unimma. Adapun pelatihan diharapkan bisa membantu peningkatan kapasitas sumberdaya manusia.

”Meningkatkan serapan pasar, meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tembakau melalui agribisnis tanaman hias,” pungkasnya. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!