Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Mulai Uji Coba Pembukaan Candi Borobudur, Sebagian Pengunjung Belum Siapkan Aplikasi PeduliLindungi

Mulai Uji Coba Pembukaan Candi Borobudur, Sebagian Pengunjung Belum Siapkan Aplikasi PeduliLindungi

  • calendar_month Ming, 19 Sep 2021

BNews—MAGELANG— Sebagian pengunjung Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang belum menginstal aplikasi PeduliLindungi pada smartphonenya. Hal itu nampak pada hari pertama uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi di destinasi wisata tersebut.

Plt GM Taman Wisata Candi Borobudur, Jamaludin Mawardi mengatakan bahwa hambatan yang muncul bukan hanya dari sistem, namun juga dari kesiapan wisatawan itu sendiri.

”Masih banyak yang belum menginstal aplikasi ini. Sehingga wisatawan harus menginstal terlebih dulu,” kata Jamal saat memantau uji coba penerapan aplikasi PeduliLindungi di Taman Wisata Candi Borobudur, Sabtu (18/9/2021).

Dia menyebut, saat menginstal aplikasi ini, juga memerlukan waktu karena belum tentu sekali instal bisa langsung bisa. ”Kami ada customer service untuk membantu wisatawan menginstal aplikasi PeduliLindungi,” tutur Jamal.

Selain itu, saat memindai QR Peduli Lindungi (Barcode), ada yang sudah langsung lancar. Namun ada juga yang harus berkali-kali bahkan sama sekali tidak bisa.

Hal itu bisa terjadi karena ada kendala di internet HP masing-masing. Hambatan-hambatan yang muncul di hari pertama uji coba ini akan dievaluasi untuk dicarikan solusinya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Jelas Jamal, pihaknya akan secara masif mengkampanyekan penginstalan aplikasi PeduliLindungi baik langsung maupun melalui media sosial.

”Perlu proses edukasi secara kontinyu. Baik kepada wisatawan yang sudah sampai di Borobudur atau sebelum mereka memutuskan untuk berkunjung ke Borobudur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jamal menyebut bahwa pihaknya berencana akan menambah alat pemindai untuk menghindari kerumunan. Saat ini, alat pemindai yang disediakan baru ada enam.

Di sisi lain, saat uji coba pembukaan kembali candi Borobudur, ada beberapa wisatawan yang terpaksa putar balik, karena ditolak saat screening.

”Ya ada beberapa yang sudah putar haluan karena ditolak. Contohnya karena rombongan keluarga, yang lain sudah divaksin, hanya tinggal istri yang belum. Maka dengan tegas, petugas meminta rombongan itu untuk putar balik, karena vaksin menjadi syarat mutlak bagi wisatawan yang berkunjung,” imbuhnya.

Selain itu pihaknya masih belum mengizinkan anak-anak di bawah 12 tahun untuk berwisata ke candi peninggalan dinasti Syailendra ini. Sebab anak-anak sampai saat ini masih belum mendapatkan vaksin. (mta)

Sumber: beritamagelang.id

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less