Ngaku Bisa Gandakan Uang, ’Dukun Sakti’ Gus Boy Diciduk Polisi

BNews—JOGJAKARTA— Gus Boy alias TGN, 42, warga, Banjaran, sudah beberapa hari meringkuk di ruang berteralis besi Mapolres Bantul. Dukun palsu ini menjadi tersangka penipuan penggandaan uang di Jogjakarta.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan menerangkan, kasus ini bermula ketika korban hendak menjual tanah rintisan sejak tahun 2006 hingga tahun 2021. Korban diketahui bernama Waldani, 47, warga Segoroyoso, Pleret, Bantul.

”Tetapi hingga sekarang tanah tersebut belum juga laku,” katanya, Sabtu (21/8).

Korban memberitahukan kepada tetangganya Soedjen untuk membantu agar tanahnya dapat terjual. Hari berikutnya, Soedjen datang mengajak seorang paranormal atau dukun yang mengaku bisa membantu menjualkan tanah, bahkan mengaku juga bisa menggandakan uang.

Saat itu pula tersangka sanggup membantu menjualkan tanahnya dengan syarat pemilik tanah harus menanam logam emas di tanah yang akan dijual. Juga mengumpulkan yang pecahan Rp100 tahun 1992 akan digandakan menjadi lembaran uang kertas Rp100 ribu perkepingnya.

Pada awalnya dengan permainan sulap, tersangka bisa membuktikan mengubah uang pecahan Rp100 menjadi Rp100 ribu, sehingga membuat yakin korban bahwa tersangka benar- benar bisa menggandakan uang.

Karena keyakinannya, korban minta kepada tersangka untuk menggandakan uangnya yang lebih banyak. Saat itu juga korban menyerahkan uangnya sebesar Rp130 juta kepada tersangka agar bisa dilipatgandakan.

Tetapi setelah uang diserahkan dan dibawa pulang oleh tersangka ternyata tidak pernah bisa digandakan. Tersangka kemudian tak pernah datang ke rumah korban dan uang sebesar Rp130 juta juga tidak dikembalikan kepada korban atau pemiliknya.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Bantul untuk dilakukan penanganan sesuai hukum. Berdasarkan laporan tersebut, Tim Resmob Polres Bantul dipimpin Iptu Supriyadi langsung melakukan pelacakan dan berhasil meringkus tersangka.

”Berhasil kami amankan TGN alias Gus Boy bersama sejumlah barang bukti, terutama uang tunai Rp130 juta. Tersangka bisa diancam hukuman empat tahun sesuai pasal 372 atau 378 KUHP. (ifa/han)

Sumber: KR Jogja

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: