Ngeri Abiz, Ini yang Akan Terjadi Jika Indonesia Jadi Negara Komunis

BNews—MAGELANG— Isu paham komunis belakangan ini kembali memanas. Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo menuding adanya indikasi penyusupan paham komunis ke dalam tubuh TNI.

Gatot menyebut sampai saat ini paham komunis dan PKI masih ada meski selalu dibantah oleh berbagai pihak. Dirinya menyampaikan hal tersebut lewat acara webinar yang berjudul ’TNI Vs PKI’ pada Minggu (26/9) kemarin.

Lalu, bagaimana seandainya Indonesia berpaham komunis? Sebelum membahasnya, Borobudur News memberikan gambaran singkat bagaimana Indonesia sempat mesra dengan ideologi yang diajarkan Karl Marx dan Fredrich Engels hingga memutuskan berideologi Pancasila.

Dirangkum dari berbagai sumber, jika dianalogikan sebuah kontes cari jodoh, Indonesia ibarat seorang pria. Dimana ia tengah dihadapkan dengan dua wanita cantik bernama liberal dan komunisme.

Lantaran kedua wanita ini saling berseteru, akhirnya Indonesia memilih jalan tengah dengan menggandeng demokrasi pancasila yang dinilai lebih cantik. Komunis pun tak terima hingga akhirnya berusaha merebut Indonesia lewat apa yang kita kenal dengan G30S.

Ya, komunisme sebenarnya sempat mesra dengan Indonesia, hanya saja menurut hemat banyak tokoh terkenal berpengaruh dulu, sistem ini timpang dan banyak celahnya. Akhirnya dipilih ideologi Pancasila yang dipikir Bung Karno akan mencakup semua pemikiran dan selisih faham kala itu.

Sayangnya, para pengusung komunisme tetap ngotot memaksa sistem ini untuk diimplementasikan sebagai dasar negara. Lalu dilakukanlah kudeta yang pada prosesnya berakhir dengan dibantainya simpatisan partai komunis itu atas perintah Soeharto.

Lalu, bagaimana nasib Indonesia jika seumpama kala itu komunis berhasil mengkudeta? Berikut enam kengerian yang akan terjadi apabila komunisme menjadi dasar ideologi Indonesia.

DN Aidit Jadi Pengganti Soekarno

Salah satu pentolan komunis di era orde lama adalah Dipa Nusantara Aidit. Pria asal Belitung yang pernah kabur dan kembali lagi ini berperan besar terhadap tumbuh kembangnya komunisme di Indonesia.

Lalu jika pada akhirnya skenario G30S sukses, maka tak pelak akan mengangkat elit komunis ini merengkuh posisi tertinggi di Indonesia. Bisa menjadi presiden atau perdana menteri.

Dengan kejadian ini maka buku-buku sejarah yang pernah kita pelajari di sekolah akan berubah total. Yang jelas, sosok satu ini akan digembar-gemborkan sebagai tokoh nasional hebat.

Bahkan tak menutup kemungkinan kita akan menghormat patung raksasanya, seperti yang dilakukan oleh rakyat Korut terhadap patung Kim Il Sung dan Kim Jong Il.

Bendera Indonesia Bukan Lagi Merah Putih

Realisasi ideologi komunisme tentunya tak hanya tertuang dalam regulasi-regulasi. Tapi juga atribut yang ditampakkan.

Entah semboyan, lagu kebangsaan, atau bahkan bendera negara. Nah, soal bendera ini mungkin Indonesia tak lagi hanya punya warna merah dan putih sebagai bendera negara. Tapi, ada sedikit tambahan aksen ala komunis.

Mungkin dengan menambahkan logo palu dan arit di ujung kiri atau mungkin atribut representatif lain. Hal ini tak memengaruhi apa pun selain hanya sebagai penegas saja jika negara ini sudah menjadi bagian dari blok timur.

Indonesia akan Seperti Korea Utara

Kita kadang prihatin dengan kondisi rakyat Korea Utara yang sering digambarkan sangat tertekan dan hidup tak nyaman itu. Kebebasan dibatasi, sangat tunduk dengan aturan yang ketat, hingga tekanan batin gara-gara aturan hidup yang harus mematuhi garis yang dibuat pemerintah.

Salah omong sedikit, gantung. Protes karena ketidakadilan peluru pun nyasar ke kepala, serta beragam ketidakenakan lainnya.

Ketika Indonesia mengimplementasikan sistem komunis, maka mungkin gambaran besarnya kita akan merasakan apa yang dirasakan rakyat Korea Utara tersebut. Hidup dalam kekangan, tak nyaman dan sebagainya.

Rakyat Dicekoki Propaganda-propaganda

Jika Indonesia berpaham komunis, maka sudah pasti paham ini akan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Mulai dari sekolah dasar hingga tingkat perguruan tinggi.

Tak hanya lewat kelas-kelas, doktrin komunis juga akan disebarkan lewat media-media, entah koran atau televisi. Bahkan mungkin kita hanya punya satu stasiun televisi saja dan itu pun penuh dengan berita kenegaraan.

Hasil dari propaganda ini tentu saja buruk. Kita akan diajarkan membenci kepada pihak-pihak penentang komunisme sejak kecil, serta kemungkinan tumbuhnya paham-paham radikal.

Tapi, tak selalu begitu juga sih, buktinya adalah Rusia. Negaranya Vladimir Putin itu seratus persen komunis, tapi mereka sepertinya agak lebih bebas.

Nasionalisasi Aset Asing Berakhir dengan Perang

Komunisme tak selalu menyajikan hal-hal buruk, beberapa dari azasnya justru sangat menarik. Misalnya menasionalisasi semua aset negara, dalam artian tak ada satu pun sumber daya yang dimiliki atau dikelola asing.

Jika demikian banyak tambang pun akan jadi milik negara, termasuk yang dikelola Freeport atau NewMont. Sayangnya, nasionalisasi ini takkan berlangsung damai dan aman.

Seperti Kuba yang diteror gila-gilaan Amerika karena Fidel Castro melakukan nasionalisasi asetnya, Indonesia juga akan mengalami pergolakan yang sama, bahkan lebih gila. Misalnya, Amerika pasti akan mati-matian mempertahankan Freeport.

Kalau perlu panggil sekutu-sekutunya. Jika demikian, perang besar pun takkan terhindarkan.

Indonesia Kemungkinan Besar Terisolasi

Seperti Korut yang sudah seperti dihapus dari peta dunia oleh barat, mungkin Indonesia juga akan mengalami nasib yang serupa. Ada tapi dianggap tidak ada.

Dampaknya tentu saja soal ekonomi yang akan stagnan bahkan turun gara-gara embargo. Tidak akan ada kerja sama kita dengan barat juga bisa dibilang menyusahkan.

Pada akhirnya kita hanya akan beraliansi dengan negara-negara sesama komunis. Alhasil, mungkin hanya Korut, Kuba, atau Rusia yang akan jadi teman kita. Lewat negara-negara inilah kita melakukan kegiatan ekonomi dan sebagainya. (ifa/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: