Nilai Budaya Dari Warisan Dunia Candi Borobudur, Fondasi Generasi Muda

BNews–MAGELANG– Candi Borobudur dikenal menjadi salah satu warisan dunia. Khususnya dalam nilai budaya.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Wiwit Kasiyati mengatakan bawha warisan budaya menjadi nilai-nilai fondasi. Yakni bagi generasi muda atau milenial untuk membangun bangsa.

Ia juga menjelaskan, bagi generasi milenial warisan budaya khususnya cagar budaya maupun yang bukan cagar budaya; atau nilai tak benda jelas bermanfaat karena ini merupakan jati diri bangsa Indonesia.

“Melalui nilai-nilai yang ada maupun cagar budaya secara fisik itu harus dikenali oleh generasi muda karena ini adalah fondasi untuk mereka ke depan,” katanya (7/9/2022).

Menurut dia jati diri bangsa ada di warisan budaya ini sehingga mereka harus mulai mengenal dan melestarikan.

Ia menyampaikan, untuk mengenal warisan budaya tersebut pihaknya tidak henti-hentinya selalu melakukan publikasi.

“Kami sampaikan, misalnya Candi Borobudur sebagai warisan dunia ini harus dilestarikan, harus diketahui oleh mereka dan nilai-nilai yang ada di Candi Borobudur ini harus diketahui mereka,” katanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Menurut dia kesadaran masyarakat untuk menjaga warisan budaya itu belum sepenuhnya ada.

“Kalau sepenuhnya kami lihat juga belum. Sudah ada yang mulai menyadari tetapi juga ada yang belum dan ini menjadi tanggung jawab bersama menyadarkan mereka dengan berbagai kegiatan,” katanya.

Ia mencontohkan melalui teknologi informasi, nanti usaha-usaha itu akan dimasukkan ke sana sehingga hal ini menjadi bagian dari edukasi.

Nanti semua pengunjung yang akan ke Borobudur dengan membuka telepon seluler mendapat informasi-informasi tentang Candi Borobudur dan kawasan.

“Semua informasi akan tampil di sana sehingga mereka juga akan mulai menyadari karena dengan model kekinian saya yakin mereka penasaran dan akan membukanya karena sekarang itu harus mengikuti juga pangsa pasar,” katanya.

Menurut dia kalau generasi milenial masih diberikan edukasi seperti dulu dengan banyak bicara mungkin bosan, tetapi dengan teknologi kekinian harapannya bisa tersampaikan ke mereka dan tentunya juga diajak ke lokasi untuk lebih mengenal. (*/antara)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: