Optimalkan Pembayaran Non Tunai, Pasar di Kota Magelang Terapkan E-Retribusi

 BNews—MAGELANG—Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menerapkan sistem penarikan retribusi pemanfaatan los/kios pasar secara elektronik (e-retribusi). Hal ini bertujuan untuk optimalisasi pembayaran non tunai.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito saat lounching Penerapan E-Retribusi ke 2 di Pasa Kebonpolo, Senin (26/10/2020). Kata Sigit, e-retribusi ini telah diterapkan di Pasar Cacaban pada 2019 lalu dan akan dilanjutkan secara bertahap di pasar-pasar lain yang ada di Kota Magelang.

”Mau tak mau di era maju dan serba teknologi ini sudah menuju ke pembayaran non tunai,” kata dia.

Dia mengajak warga untuk mulai menerapkan pembayaran non tunai. Apalagi di tengah kondisi Pandemi Covid-19 ini bisa menjadi salah satu upaya mencegah penyebaran virus corona.

Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Fajar Budi Sumarmo, menambahkan e-retribusi ini adalah hasil kerja sama dengan Bank Jateng dan BPKAD. Pihak Bank Jateng menfasilitasi alat MPos, cetak retribusi, NRC dan top up saldo.

”Dengan adanya e-retribusi ini, diharapkan penarikan bisa lebih maksimal dan memudahkan petugas saat menariknya dari pedagang,” kata dia.

Dia menjelaskan, penerapan teknologi ini dalam rangka ikut menyukseskan pembayaran non tunai. Termasuk memudahkan administrasi dan mengoptimalkan penerimaan retribusi.

Loading...

Pada penerapan di Pasar Cacaban tahun lalu, sebanyak 110 kartu luncurkan dan setiap pedagang mendapat top up Rp 10.000 ribu per kartu. Sementara di Pasar Kebonpolo, ada 333 kartu dengan top up Rp. 5000 ribu per kartu.”E-retribusi ini mengedepankan transparasi,”  pungkasnya. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: