Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » PAD Kabupaten Magelang Lampaui Target, Bupati Tetap Minta OPD Gali Potensi Baru

PAD Kabupaten Magelang Lampaui Target, Bupati Tetap Minta OPD Gali Potensi Baru

  • calendar_month 16 menit yang lalu

BNews-MAGELANG – Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama OPD penghasil, untuk mengambil langkah strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah tersebut dinilai penting di tengah semakin terbatasnya ruang fiskal daerah akibat kebijakan efisiensi belanja pemerintah dan dinamika fiskal nasional.

Menurut Grengseng, kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya pulih juga turut memengaruhi pertumbuhan sejumlah sektor usaha yang selama ini menjadi sumber penerimaan pajak daerah.

Ia menegaskan, peningkatan PAD menjadi salah satu upaya penting untuk memperkuat kemandirian fiskal sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Magelang.

“Kemandirian fiskal bukan semata-mata diukur dari besarnya PAD, melainkan dari kemampuan daerah dalam membangun sistem pengelolaan pendapatan yang sehat, berkelanjutan, transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.”

Karena itu, Grengseng meminta setiap perangkat daerah tidak hanya menjalankan rutinitas pemungutan pendapatan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi untuk menggali potensi baru.

“Saya meminta setiap Perangkat Daerah untuk menghadirkan inovasi yang konkret, terukur, dan berorientasi pada hasil. Tidak cukup hanya menjalankan rutinitas pemungutan, tetapi juga harus mampu menggali potensi baru,” tandas Grengseng Pamuji saat memberikan arahan pada kegiatan High Level Meeting Optimalisasi PAD dan ETPD Tahun 2026 yang dilaksanakan di Ruang Cemara, Grand Artos Hotel Magelang, Rabu (1/7/2026).

Realisasi PAD Kabupaten Magelang Lampaui Target

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa pada Tahun Anggaran 2025, target Pendapatan Daerah Kabupaten Magelang ditetapkan sebesar Rp2,749 triliun dengan realisasi mencapai Rp2,773 triliun atau 100,88 persen.

Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah berhasil terealisasi sebesar Rp713,530 miliar dari target Rp648,525 miliar, atau mencapai 110,02 persen.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah mencapai 25,72 persen, sedangkan sisanya masih berasal dari dana transfer pemerintah pusat.

Bupati Magelang menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan PAD merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah. Menurutnya, setiap peningkatan pendapatan daerah pada akhirnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat.

Pemkab Magelang Siapkan Inovasi TRISULA PAD

Pada forum tersebut, Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Magelang, M. Taufiq Hidayat Yahya, memaparkan rencana pengembangan inovasi TRISULA PAD (Transformasi Integrasi dan Sinergi Data Usaha untuk Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah).

Menurut Taufiq, inovasi tersebut akan mengintegrasikan berbagai data lintas perangkat daerah, mulai dari data perizinan Online Single Submission (OSS), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga data perpajakan daerah dalam satu sistem yang saling terhubung.

Integrasi tersebut diharapkan mampu mendukung proses pendataan, pengawasan, serta penggalian potensi pajak daerah secara lebih akurat, efektif, dan berkelanjutan.

“Melalui TRISULA PAD diharapkan sinergi antarperangkat daerah semakin kuat sehingga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Magelang,” paparnya.

Optimalisasi PAD Jadi Tanggung Jawab Seluruh OPD

Taufiq menjelaskan, pelaksanaan rapat koordinasi tersebut dilatarbelakangi semakin kompleksnya tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Di sisi lain, kebutuhan pembiayaan pembangunan terus meningkat seiring tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Selain itu, kebijakan fiskal nasional juga menjadikan peningkatan PAD sebagai sumber pembiayaan pembangunan yang semakin penting.

“Kondisi tersebut menuntut adanya perubahan cara pandang bahwa optimalisasi pendapatan daerah bukan hanya menjadi tugas perangkat daerah tertentu; tetapi merupakan tanggung jawab seluruh perangkat daerah sesuai kewenangan, potensi, dan layanan yang dimiliki,” katanya.

Ia berharap forum tersebut menjadi ruang diskusi yang produktif untuk menghasilkan berbagai gagasan inovatif serta komitmen bersama; yang dapat diimplementasikan oleh seluruh perangkat daerah.

Lebih lanjut, Taufiq mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun komitmen bersama dalam meningkatkan PAD melalui intensifikasi, ekstensifikasi, digitalisasi, dan inovasi pelayanan.

Selain itu, forum juga mendukung implementasi Peta Jalan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sebagai upaya mewujudkan; tata kelola pendapatan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

“Kegiatan ini untuk mendorong setiap OPD penghasil untuk menyusun inovasi dan rencana aksi dalam menggali potensi pendapatan sesuai tugas; dan fungsinya serta memperkuat sinergi lintas perangkat daerah guna meningkatkan kapasitas fiskal menuju Kabupaten Magelang yang lebih mandiri,” terangnya. (bsn0

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less