Viral! Perempuan Ngaku Anak Perwira Polisi Gelar “Lomba Rasis”, Polrestabes Semarang Buka Suara
- calendar_month 35 menit yang lalu

Tangkapan Layar Video Perempuan Ngaku Anak Perwira Polisi Gelar Lomba Rasis
BNews-JATENG – Sebuah video viral di media sosial menampilkan seorang perempuan yang mengaku sebagai anak perwira polisi dan membuat lomba komentar rasis menuai sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, Polrestabes Semarang akhirnya buka suara.
Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram Instagram Kasitau Info.. Dalam video itu tampak seorang perempuan sedang berjoget dengan tulisan “komentar paling rasis gw tf 100rb”.
Video kemudian memperlihatkan sejumlah komentar bernada rasis dari warganet. Setelah itu, perempuan dalam video tersebut mengatakan:
“apa-apa dikasusin, saya yang akan menang. Orang tua saya dua-duanya polisi dan bukan pangkat rendah.”
Pada unggahan tersebut juga terdapat narasi bertuliskan “anak perwira bikin lomba rasis, akui kebal hukum dari ortu berpangkat.”
Akun tersebut bahkan menyebut perempuan dalam video merupakan anak dari perwira di lingkungan Polrestabes Semarang.
“Dengan modal Rp100rb, anak perwira dari Polrestabes Semarang (Jateng) ajak seluruh warga Indonesia untuk bikin komentar rasis,” tulis akun tersebut seperti dikutip dari detikJateng, Jumat (8/5/2026).
Polrestabes Semarang Bantah Narasi Viral
Menanggapi viralnya video tersebut, Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, membantah narasi; yang menyebut perempuan dalam video merupakan anak perwira Polrestabes Semarang.
“Mengenai video tersebut yang saat ini viral di media sosial, yang menyebutkan bahwa anak tersebut merupakan anak dari seorang perwira di lingkungan Polrestabes Semarang, bahwa itu tidak benar. Untuk anak yang berada di dalam video itu bukan anak dari perwira yang berdinas di Polrestabes Semarang,” kata Riki dikutip detik, Jumat (8/5/2026).
Riki menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah untuk memastikan apakah perempuan tersebut memiliki hubungan dengan anggota kepolisian di luar lingkungan Polrestabes Semarang.
Polisi Koordinasi dengan Siber Polda Jateng
Menurut Riki, penyelidikan lanjutan akan dilakukan bersama Satreskrim dan tim siber Polda Jateng untuk menelusuri informasi yang beredar di media sosial.
“Untuk terkait kemungkinan anggota lain di luar Polrestabes, mungkin dari pihak Satreskrim akan berkoordinasi dengan Siber Polda. Nanti tindak lanjutnya mungkin akan kita update kembali hasil koordinasi dari Reskrim dan Polda; karena memang itu bukan anak dari anggota Polrestabes Semarang,” pungkasnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Kasus video viral tersebut kini ramai diperbincangkan warganet dan memicu berbagai respons terkait isu rasisme; serta dugaan penyalahgunaan status keluarga aparat penegak hukum di media sosial. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar