Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » PAN Kota Magelang Mulai Rapatkan Barisan, Muhammadiyah Didekati untuk Rebut 2 Kursi di Pemilu 2029

PAN Kota Magelang Mulai Rapatkan Barisan, Muhammadiyah Didekati untuk Rebut 2 Kursi di Pemilu 2029

  • calendar_month Sab, 8 Agu 2026

BNews—MAGELANG— Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Magelang mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Konsolidasi dilakukan melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Atria Hotel, Kota Magelang, Sabtu (8/8/2026).

Dalam agenda tersebut, PAN Kota Magelang menegaskan target untuk merebut kembali kursi legislatif yang hilang sekaligus memperkuat basis dukungan masyarakat. Salah satu strategi yang disiapkan yakni mempererat kembali hubungan dengan Muhammadiyah yang secara historis memiliki kedekatan dengan PAN.

Ketua DPW PAN Jawa Tengah, Renaldi Freyar Hawadi, mengatakan Rakerda dan Muscab tersebut merupakan agenda serentak yang diinstruksikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN kepada seluruh DPW di Indonesia.

“Nah hari ini DPD Kota Magelang yang menyelenggarakan Rakerda dan Muscab, besok baru DPD Kabupaten Magelang,” kata Renaldi saat ditemui di sela kegiatan.

Renaldi yang juga merupakan koordinator pemenangan Dapil VIII yang meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Boyolali mengatakan, seluruh struktur partai mulai dipersiapkan menghadapi Pemilu 2029.

“Harapan dari DPP, semuanya sudah harus mempersiapkan untuk tahun 2029. Artinya dari sekarang ini mesin partai harus sudah jalan, harus sudah mulai,” tandasnya.

Menurutnya, waktu menuju Pemilu 2029 masih terus berjalan sehingga persiapan tidak bisa dilakukan secara mendadak. Rakerda dan Muscab menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur sekaligus menyusun strategi pemenangan sejak dini.

PAN Jateng Targetkan Minimal 8 Kursi

Renaldi mengungkapkan PAN memiliki target besar pada Pemilu 2029. Secara nasional, PAN ditargetkan mampu masuk empat besar. Sementara di tingkat Jawa Tengah, DPW PAN Jateng membidik sedikitnya delapan kursi legislatif.

“Maunya secara nasional PAN meraih empat besar. Sedangkan untuk tingkat Jateng minimal mendapat 8 kursi,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, dia meminta seluruh kader dan struktur partai bekerja lebih keras sejak sekarang. Menurutnya, berbagai catatan dari hasil pemilu sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi.

“Oleh karena itu harus kerja keras. Mulai dari sekarang kerjanya harus benar-benar giat,” tegas Renaldi.

Dia menyebut persiapan tidak hanya menyangkut struktur kepengurusan, tetapi juga pemetaan kantong-kantong suara di setiap daerah pemilihan. Termasuk mempersiapkan saksi untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Mengaca dari yang sebelumnya, kami sekarang harus mencapai kursi,” imbuhnya.

PAN Kota Magelang Bidik 2 Kursi

Sementara itu, PAN Kota Magelang menargetkan dapat memperoleh dua kursi pada Pemilu 2029. Target tersebut menjadi salah satu fokus konsolidasi organisasi yang dilakukan sejak sekarang.

Ketua DPD PAN Kota Magelang, Joko Pramudianto, mengatakan salah satu langkah penting yang dilakukan adalah memperkuat kembali hubungan dengan Muhammadiyah.

“Basis PAN itu berasal dari Muhammadiyah, karena PAN anak kandung dari Muhammadiyah. Makanya mau enggak mau kita memperkuat barisan ke Muhammadiyah,” katanya.

Joko menegaskan, kolaborasi dengan Muhammadiyah dan berbagai kekuatan civil society bukan semata-mata untuk kepentingan elektoral, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun PAN agar tumbuh bersama masyarakat.

“Muhammadiyah merupakan salah satu pilar penting civil society di Indonesia. Bersama Muhammadiyah dan berbagai kekuatan masyarakat sipil lainnya, PAN Kota Magelang tengah menyiapkan kader-kader terbaik untuk merebut kembali kursi yang hilang sekaligus memenangkan calon anggota legislatif PAN, mulai dari DPRD Kota Magelang, DPRD Provinsi Jawa Tengah, hingga DPR RI pada Pemilu 2029,” tegas Joko saat menyampaikan arah kebijakan partai dalam Rakerda DPD PAN Kota Magelang.

Menurut Joko, keberhasilan politik harus dibangun melalui kerja nyata di tengah masyarakat. Karena itu, kader PAN didorong untuk hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

PAN juga berupaya menjadi penghubung berbagai program pemerintah yang dinilai berpihak kepada masyarakat.

Dorong Program PAN Bantu Rakyat

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui gerakan PAN Bantu Rakyat. Program ini berfokus pada penguatan inovasi sosial, pemanfaatan teknologi, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui program tersebut, PAN Kota Magelang berharap dapat memberikan manfaat nyata sekaligus membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap partai.

Selain memperkuat basis dukungan, PAN Kota Magelang juga memberikan perhatian terhadap kaderisasi generasi muda. Kolaborasi dengan Muhammadiyah, organisasi kepemudaan, komunitas ekonomi kreatif, serta berbagai elemen civil society lainnya diarahkan untuk membuka ruang lahirnya pemimpin-pemimpin muda.

Kader muda yang disiapkan diharapkan memiliki kapasitas, integritas, dan rekam jejak pengabdian kepada masyarakat.

Rakerda juga menjadi forum evaluasi kerja organisasi sekaligus menyusun program strategis partai. Penguatan struktur hingga tingkat kelurahan menjadi salah satu fokus agar mesin partai semakin solid dan responsif.

Dekati Muhammadiyah Lewat Strategi Kultural

Sekretaris DPD PAN Kota Magelang, Zufal Abdillah, mengatakan kedekatan dengan Muhammadiyah memiliki dasar sejarah yang kuat.

“PAN itu lahir dari tokoh Muhammadiyah. Terus dulu juga sejarahnya orang-orang Muhammadiyah itu yang membesarkan PAN. Dan kita belajar dari beberapa periode lalu yang mungkin kita tidak menggunakan itu,” kata Zufal.

Menurutnya, PAN Kota Magelang kini ingin kembali membangun kedekatan tersebut. Langkah itu diharapkan mampu membantu PAN merebut kembali dua kursi legislatif pada Pemilu 2029.

“Kemudian periode ini kita mulai untuk kita merapat ke Muhammadiyah sebagai ayah. Secara historis ya. Secara historis yang insya Allah itu bisa membantu kami untuk merebut kembali dua kursi,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai strategi khusus untuk mendekati Muhammadiyah, Zufal mengatakan pihaknya memilih pendekatan kultural.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Sebenarnya strateginya ya strategi kultural saja ya. Kalau Muhammadiyah itu kan identik dengan pengajian. Kita mulai dari hal kecil saja,” jelasnya.

Menurut Zufal, sejumlah pengurus DPD maupun DPC PAN Kota Magelang juga memiliki latar belakang sebagai aktivis Muhammadiyah. Mereka akan didorong untuk lebih aktif dalam berbagai kegiatan kultural Muhammadiyah.

“Terus dari struktur pengurus, dari DPD dan DPC, kita juga beberapa ada yang aktivis Muhammadiyah. Kita minta dari mereka untuk aktif di pengajian saja. Aktif di pengajian saja,” katanya.

Mesin Partai Disiapkan Sejak Sekarang

PAN Kota Magelang menilai Pemilu 2029 masih cukup panjang, tetapi persiapan tidak dapat ditunda. Konsolidasi struktur, kaderisasi, pemetaan suara, penguatan saksi, hingga membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat mulai dilakukan.

Joko Pramudianto menegaskan Rakerda menjadi momentum awal untuk membangun kembali kekuatan PAN Kota Magelang.

“Rakerda ini menjadi titik awal penguatan organisasi dan konsolidasi menuju Pemilu 2029. Dengan kebersamaan bersama Muhammadiyah dan seluruh elemen civil society, kami optimistis PAN Kota Magelang akan kembali meraih kepercayaan masyarakat dan mencetak kemenangan yang lebih besar,” tutup Joko Pramudianto.

Dengan target dua kursi di Kota Magelang dan minimal delapan kursi untuk PAN Jawa Tengah, konsolidasi sejak 2026 menjadi bagian penting dari strategi PAN untuk menghadapi kontestasi politik 2029. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less