Para Pelaku Penanaman Ganja di Magelang Berhasil Diringkus Polisi

BNews—MAGELANG—Polres Magelang berhasil mengungkap kasus penanaman ganja terbesar sepanjang kasus narkotika di Kabupaten Magelang. Saat ini para pelaku diamankan oleh aparat kepolisian.

Diketahui ada dua pelaku yang diamankan jajaran Polres Magelang Kota. Para pelaku ini berinisal DI, 39, asal Desa Bondowoso Kecamatan Mertoyudan dan AF, 26, warga Desa Banyudono, Kecamatan Dukun.

”Awalnya ada laporan dari masyarakat, kemudian petugas melakukan penyelidikan dan ditemukan tanaman ganja di perkebunan daerah Mertoyudan. Kemudian melakukan pengembangan dan ditemukan kembali tanaman ganja di rumah pelaku DI di daerah Dukun,” kata Kapolres Magelang, AKBP Ronald A Purba saat ungkap kasus di Mako Polres Magelang, hari ini (16/9/2020).

Dia menjelaskan, perkebunan di Mertoyudan yang digunakan pelaku AF merupakan lahan bengkok milik perangkat desa. Sementara yang di Dukun, tanaman ganja ini berada di depan rumah pelaku DI dalam bentuk bibit.

”Saat penangkapan pelaku DI, barang bukti yang diamankan berupa 38 pohon ganja ukuran kecil dalam pot dan polibek dengan ukuran 10-20 sentimeter, dua pohon ganja ukuran sekitar 90-210 sentimeter, biji ganja, sisa puntung rokok ganja, ganja kering, kertas papir dan tiga batang ganja kering,” jelasnya.

Kemudian saat penangkapan pelaku AF, kata Ronald, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa lima pohon tanaman yang diduga narkotika jenis ganja. Tanaman tersebut dalam polibek dengan tinggi 155 sentimeter, 130 sentimeter, 150 sentimeter, 160 sentimeter dan 80 sentimeter.

”Secara keseluruhan kami berhasil mengamankan 45 batang pohon dengan ukuran bervariasi. Usia tanaman ini sekitar 4 bulan,” ujar Ronald.

Loading...
Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Tambah dia, menurut pengakuan para pelaku, tanaman pohon ganja ini dikonsumsi sendiri dan diberikan kepada teman-temannya. ”Penanaman sekitar bulan Mei dan baru sekali ini. Tanamnnya untuk dikonsumsi sendiri dan dibagikan ke teman-temannya juga,” terang Ronald.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku AF di jerat Pasal 111 ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp. 8 miliar.

Sedangkan pelaku DI dijerat pasal 111 ayat 2 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 ditambah 1/3.

Sementara itu, pelaku AF mengaku bila ia mendapat bibit pohon ganja tersebut dari internet. ”Saya tau cara nanamnya dari internet dan hanya nyoba-nyoba saja. Beli bibit sekitar ratusan ribu,” aku dia.

Hal serupa juga dikatakan pelaku DI. Dirinya mengaku membeli bibit pohon ganja tersebut melalui internet. (magang/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: