TOLONG !!! Bayi Usia 1 Bulan Di Sawangan Ini Menderita Hidrosefalus

BNews–MAGELANG– Seorang bayi bernama Rama Adi Prasetya ini harus menahan rasa sakitnya sejak dilahirkan. Dia tergolek lemas di tempat tidur dengan kondisi kepala membesar.

Bayi yang baru berusia 1 bulan, ini merupakan anak dari pasangan Slamet Budi Prasetya, 29, Siti Fatimah Cahyaningrum, 24 warga Mangunsari Sawangan Magelang. Namun kini mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan di Dusun Bakalan Desa Sawangan Kecamatan Sawangan Magelang.

Rama merupakan anak ketiga yang baru lahir 8 Agustus 2021 lalu. Ia memiliki kakak berusia 1,5 tahun dan 8 tahun. Kedua orang tuanya bekerja serabutan untuk kebutuhan kesehariannya.

Ia sejak lahir divonis mengindap penyakit Hidrosefalus. Yakni menumpuknya cairan di dalam rongga jauh di dalam otak.

Kelebihan cairan menekan otak dan dapat menyebabkan kerusakan otak. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi dan orang berusia lanjut.

Hidrosefalus ditandai dengan pembesaran kepala pada bayi. Orang dewasa dan anak-anak mengalami sakit kepala, gangguan penglihatan, kesulitan kognitif, gangguan koordinasi, dan inkontinensia.

Penanganan umumnya berupa selang (shunt) yang dimasukkan lewat operasi ke dalam ventrikel untuk mengalirkan kelebihan cairan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Siti Fatimah Cahyaningrum, ibu dari Rama menceritakan kondisi bayi saat ini. “Sejak lahir dilahirkan dalam kondisi seperti itu. Kemarin operasi caesar di BKIA Muntilan,” katanya saat dtemui di rumah kontrakannya.

Saat operasi caesar, Siti menghabiskan biaya sekitar Rp 10 juta. Namun hingga seminggu dibawa pulang biaya tersebut belum lunas.

“Awalnya tidak mengira mau operasi caesar, dan di BKIA Muntilan ternyata habis biaya Rp 10 jutaan. Dan baru mampu kami bayar Rp 1,3 juta. Awalnya dalam kandungan juga tidak terdeteksi kondisi anak saya seperti itu,” ujarnya.

Siti mengungkapkan dari pihak BKIA memang memberikan keringanan dalam waktu pelunasan biaya itu. Cuman saat ini, katanya yang terpikirkan bagaimana mengoperasi bayi Rama.

“Dari BKIA disarankan untuk membuat BPJS atau KIS, dan nanti minta surat rujukan untuk dibawa ke RS Sardjito Yogyakarta lakukan penanganan. Namun sampai saat ini membuat BPJS belum selesai,” terangnya.

Ia juga menceritakan setelah seminggu pulang dari perawatan, di rumah sempat dijenguk oleh Bidan Desa Mangunsari. “Ya saat dijenguk cuman ditanya sudah ada BPJS belum, dan saya jawab sedang proses. Dan sejauh ini masih komunikasi lewat WA tanya kondisi anak saya,” ungkapnya.

Siti mengaku sejauh ini belum pernah dapat bantuan apapun. Melihat kondisi sang ayah bekerja serabutan, dan saat ini menjadi buruh bangunan.

“Saya berharap ada pihak yang mau membantu dalam proses pengobatan anak saya sampai sembuh,” tandasnya.

Sementara Camat Sawangan, Yusuf A. Wibowo saat ditemui di Kantornya mengatakan bahwa baru mengetahui informasi ada bayi tersebut baru saja. “Informasi juga baru terima, bahwa ada warga kami terkena Hidrosefalus. Dan tentunya nanti kami koordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” katanya.

Pihak terkait tersebut, lanjutnya yakni baik dari Puskesmas, Pemerintah Desa, Dan Dinas Sosial. “Dan nanti untuk proses pengobatan tentunya ada prosedur dari dinas dina terkait. Dalam arti Kecamatan dalam fungsi koordinasi, jadi nanti kita koordinasika ke pihak Dinsos, Dinkes, Puskesmas dan Pemerintah Desa,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: