Pasar UMKM Pemkab Magelang Dibuka, ASN Jadi Target Pembeli
- calendar_month 31 menit yang lalu

Pasar UMKM di Komplek Pemda Magelang
BNews-MAGELANG — Pemerintah Kabupaten Magelang membuka Pasar UMKM di depan halaman DPRD Kabupaten Magelang, Jumat (9/10/2026). Pasar ini menjadi ruang promosi dan penjualan produk lokal dengan sasaran utama aparatur sipil negara (ASN) serta tamu yang beraktivitas di kompleks Sekretariat Daerah (Setda).
Kehadiran Pasar UMKM di kompleks Pemkab Magelang diharapkan dapat memperluas pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Selain produk kuliner, pasar tersebut juga menampilkan hasil pertanian dan produk kopi dari berbagai wilayah di Kabupaten Magelang.
Kepala Bidang UMKM Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Magelang, Pujianto, mengatakan program tersebut dibuat untuk membuka akses pemasaran yang lebih dekat bagi produk UMKM.
“Latar belakangnya, kita ingin memberdayakan UMKM dengan membuka akses pasar. Targetnya teman-teman PNS di lingkungan Setda dan tamu-tamu yang berkunjung ke Sekretariat Daerah,” ujarnya.
Pada tahap awal, Pemkab Magelang menyiapkan lima tenda bagi pelaku UMKM. Produk yang dijual antara lain kopi lokal, makanan siap saji, sayuran, buah-buahan, hingga beras.
“Pelaku usaha yang terlibat berasal dari sejumlah kelompok binaan perangkat daerah, termasuk Disdagkop UKM, Disperinaker, Dispertan, dan Dispertikan. Petani, termasuk petani muda, juga mendapat kesempatan memasarkan produknya,” terangnya.
Pasar UMKM direncanakan berlangsung sepanjang tahun pada hari kerja. Jam operasionalnya dimulai pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 14.00 atau 15.00 WIB.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Pujianto menyebut pengisian stan akan dilakukan secara bergiliran. Langkah itu ditempuh agar kesempatan berjualan dapat dirasakan lebih banyak pelaku usaha, termasuk pelaku usaha dalam klaster kopi.
“Jenis UMKM yang mengisi stan akan diganti secara berkala agar kesempatan berjualan tidak hanya dinikmati kelompok usaha tertentu. Khusus klaster kopi, pelaku usaha bergiliran setiap hari sehingga konsumen dapat menemukan pilihan produk yang berbeda,” jelasnya.
Salah satu pelaku usaha kopi, Asnawi, menyambut baik pembukaan Pasar UMKM di lingkungan perkantoran Pemkab Magelang. Menurutnya, skema penjualan langsung dapat membantu pelaku usaha dan petani mengurangi mata rantai distribusi produk.
“Program ini benar-benar bisa memangkas rantai distribusi. Petani atau pelaku usaha dipertemukan langsung dengan konsumen,” katanya.
Dalam klaster kopi, terdapat lima pelaku usaha yang bergiliran menjajakan kopi robusta dan arabika dari sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang. Antusiasme pembeli sudah terlihat pada hari pertama pelaksanaan pasar.
Asnawi mengatakan, salah satu menu kopi susu gula aren miliknya telah habis terjual sekitar pukul 09.30 WIB.
“Ini di luar ekspektasi kami. Harapannya, antusiasme seperti ini bisa terus terjaga meskipun pelaku usaha yang berjualan berganti-ganti setiap hari,” ujarnya.
Pasar UMKM Pemkab Magelang diharapkan menjadi jalur pemasaran berkelanjutan bagi produk lokal. Keberhasilan program ini akan dipengaruhi oleh konsistensi minat pembeli, kualitas produk, serta kemampuan UMKM menjaga penjualan dalam jangka panjang. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar