Pematokan Lahan Tol Jogja-Bawen Selesai, Ini Langkah Selanjutnya

BNews—JOGJAKARTA— Pengukuran dan pemasangan patok untuk rencana pembangunan tol Jogjakarta-Bawen telah rampung. Dari total panjang 75,82 kilometer, 67,05 kilometer berada di wilayah Jawa Tengah dan 8,77 kilometer di wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Disepertaru) DIJ Krido Suprayitno mengungkapkan, trase yang ditetapkan dalam IPL tidak mengalami perubahan. Artinya sesuai dengan yang sudah sosialisasikan kepada warga terdampak saat kegiatan konsultasi publik.

”Dan saat ini pematokan dan pengukuran sudah selesai,” katanya, Selasa (16/3).

Krido mengatakan untuk proses selanjutnya, tim appraisal akan turun ke lapangan untuk menentukan nominator atas hasil pengukuran yang sudah dilakukan. Jika sesuai rencana, pada Mei tahun 2021 ini, proses pemberkasan untuk pembebasan lahan bagi warga yang terdampak tol dapat dilakukan.

”Jadi minggu depan ini appraisal turun ke lapangan dan sesuai rencana Mei ini pemberkasan,’ katanya.

Dirinya memastikan, sejauh ini belum ditemui kendala berupa pernyataan sikap keberatan atas trase yang sudah ditentukan. ”Sampai saat ini masih belum ada penolakan warga. Malah mereka menanyakan terus soal harga. Padahal itu kan, kewenangan tim appraisal,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD DIJ, Arif Setiadi menuturkan, pembangunan tol Jogja-Bawen harus berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Khususnya yang berada di kawasan DIJ.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Arif berharap pembangunan tol bisa berdampak positif bagi warga sekitar. Misalnya, Exit Tol dapat dimanfaatkan warga sekitar untuk diberdayakan melalui kegiatan UMKM. 

”Saya harap bisa berdampak positif bagi warga sekitar. Mulai dari pembangunannya, ya, harus melibatkan warga sekitar dan pemanfaatan Exit Tol melalui UMKM,” pungkasnya.

Diketahui, Jalan Tol Jogja-Bawen sepanjang 75,8 kilometer melintas di dua provinsi, yakni Jawa Tengah sepanjang 67,05 kilometer dan Jogjakarta sepanjang 8,77 kilometer. Ruas tol ini terdiri dari enam seksi; yaitu Seksi 1 Sleman-Banyurejo (8,25 kilometer), Seksi 2 Banyurejo-Borobudur (15,26 kilometer), Seksi 3 Borobudur-Magelang (8,08 kilometer), Seksi 4 Magelang-Temanggung (16,46 kilometer), Seksi 5 Temanggung-Ambarawa (22,56 kilometer), Seksi 6 Ambarawa-Bawen (5,21 kiometer).

Dalam pembangunannya , Tol Jogja-Bawen memiliki enam simpang susun (SS); yaitu SS Bawen, SS Ambarawa, SS Temanggung, SS Magelang, SS Borobudur dan SS Banyurejo. Tol ini juga akan dilengkapi dengan enam buah tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area terdiri dari dua buah tipe A dan empat tipe B.

Sementara, pembangunan tol yang melintasi Borobudur ini diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp14,25 triliun dengan masa konsesi 40 tahun. Proyek tol ini ditargetkan selesai pada 2023.

Proyek Tol Jogja-Bawen dikerjakan bersama-sama oleh BUMN karya. PT Jasa Marga Tbk (Persero) sebagai pemegang saham mayoritas 60 persen, PT Adhi Karya Tbk (Persero) 12,5 persen, PT Waskita Karya Tbk (Persero) 12,5 persen, PT PP Tbk (Persero) 12,5 persen dan PT Brantas AP 2,5 persen. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: