Pembacokan dan Penembakan Saat Akad Nikah di Palembang, Apa Motifnya?
- calendar_month Sel, 13 Mei 2025

tangkapan layar video pembacokan dan penembakan pengantin pria saat akan akad nikah di Palembang
BNews-NASIONAL- Momen sakral pernikahan berubah menjadi tragedi bagi Ahmad Handa (30), seorang pengantin pria asal Palembang, Sumatera Selatan.
Ia menjadi korban pembacokan dan penembakan tepat saat akan melangsungkan akad nikah.
Usut punya usut, kejadian tersebut diduga bermotif dendam lama yang telah dipendam selama enam tahun oleh pelaku.
Insiden terjadi di Jalan Panca Usaha, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, pada Minggu (11/5/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.
Menurut keterangan korban, Ahmad, konflik dengan pelaku bermula sejak tahun 2019, ketika dirinya dituduh sebagai “cepu” oleh kelompok pelaku.
“Dia ini menuduh aku jadi cepu (narkoba), tapi aku tidak merasa. Ini dendam lama, kejadiannya tahun 2019,” ungkap Ahmad, Minggu (11/5).
Ia menambahkan bahwa pada waktu itu, sempat terjadi perkelahian di atas Jembatan Kertapati, setelah dirinya diteriaki sebagai maling oleh salah satu pelaku.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Waktu itu, dia teriaki aku maling di atas Jembatan Kertapati. Lalu kami berkelahi,” jelasnya.
Penyerangan Saat Hendak Melangsungkan Akad Nikah
Ahmad menjelaskan bahwa dirinya diserang secara tiba-tiba ketika baru saja tiba di lokasi acara pernikahan bersama calon istrinya, Farida.
“Aku baru sampai tadi. Baru turun dari pintu mobil langsung dibacok,” ungkapnya.
Dalam mobil tersebut, Ahmad mengaku ada lima orang. Tiga pelaku yang diketahui berinisial BD, HL, dan KC menyerangnya dengan senjata tajam, sementara satu pelaku lainnya, JN alias IY, membawa senjata api rakitan (senpira).
“Tiga orang itu kapak saya pakai sangkur. Satunya JN alias IY bawa pistol sambil mengamankan mobil. Pistol betulan, bukan main-mainan,” ujarnya.
Ahmad juga mengungkapkan bahwa pelaku JN melepaskan dua tembakan, satu meleset, dan satu lagi diarahkan ke udara.
“Tembakan pertama meleset, sehingga terduga pelaku tersebut menembak lagi ke arah atas.”
Dugaan Motif dan Kondisi Pelaku
Ahmad menduga, pelaku memanfaatkan momen pernikahan karena tahu dirinya tidak sedang bersiap untuk melawan.
“Kejadiannya baru sekarang dia (balas) dendamnya. Mungkin dia tahu kalau aku mau nikah, tidak ada persiapan (untuk membalas),” tambahnya.
Ibunda korban, Ningcik, menambahkan bahwa anaknya sempat tinggal di Riau untuk mengurus kebun sawit, yang mungkin menjadi alasan pelaku baru bisa melancarkan aksi balas dendam sekarang.
“Dia (korban) sempat tinggal di Riau, mengurusi sawit,” katanya. (*)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani



Saat ini belum ada komentar