Pembekakan Biaya Listrik yang Akan Tertutupi oleh Tenaga Surya

BNews–OPINI– Indonesia sangat berpotensi untuk memanfaatkan energi surya, hal ini memungkinkan untuk terpenuhinya kebutuhan listrik di daerah – daerah terpencil di Indonesia. Walau terbilang mahal, energi surya ini dapat memnuhi rancangan undang undang energi (RUEN) 6500 MW.

Sedangkan, pembangkit tenaga listrik hanya dapat menyediakan sebesar 1000 MW. “Indonesia yang sudah terpenuhi hingga saat ini adalah 12% “ujar Executive Vice President Energi Baru Dan Terbarukan (EBT) PLN.

PLN sudah mencatat ada 600 pelanggan yang memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Mayoritas pelanggan adalah penduduk dari Pulau jawa. Dan 23% adalah pencapaian target yang harus dipenuhi hingga 2025 nanti

Salah satu Sekolah di Bengkulu juga telah menerapakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. “Penggunaan tenaga surya merupakan wujud kepedulian kami terhadap lingkungan, dengan menerapkan Pembangkit Tenaga Surya ini menutupi kebutuhan 50% total listrik sekolah” ujar kepala sekolah di sma tersebut.

Pemerintah telah menerbitkan peraturan ESDM Nomor 49 tahun 2018 untuk menerapkan penggunaan PLTS atap pada hunian mereka masing – masing. Saya harapkan penggunakan PLTS atap tidak sekedar untuk menghemat, yang akan mengurangi tagihan listrik yang membengkak, tetapi juga tetap ramah lingkungan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS UNTUK ANDROID KALIAN (KLIK DISINI)

Walaupun Indonesia memiliki potensi yang besar dalam perkembangan pembangkit listrik tenaga surya. Namun perkembangan pembangkit listrik tenaga surya di Indonesia termasuk lambat disbanding negara lainnya. Untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di 34 provinsi sangat lah susah dan membutuh effort yang lebih bagi pemerintah.

Loading...

Menurut saya Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah solusi yang baik. Karena memanfaatkan tenaga surya yang dapat diperbaharui, terlebih lagi dengan menggunakan tenaga surya.

Kita juga dapat menjaga lingkungan kita karena pembangkit listrik terebut tidak menghasilkan emisi Nitrogen Dioksida(NO2) dan Sulfur Dioksida (SO2). Kedua kandungan tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit pernafasan bahkan jantung seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Sangat disayangkan Indonesia masih menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Kontribusi produksi listrik dari Pembangkit Batubara masih besar, yakni sebesar 61% dari total pasokan listrik nasional.

Saya berharap pemerintah segera mengganti pembangkit listrik tenaga uap dengan Pembangkit listrik tenaga surya. Dimana hal tersebut memliki keuntungan lifetime yang panjang dan zero cost of sunshine. (*)

Penulis: Muhammad Ramadhan-Mahasiswa Jurusan Administrasi Keungan dan Perbankan- Universitas Indonesia

Editor: bsn

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: