Pemerintah Bakal Buka Data Pasein Covid-19 ke Publik, Setujukah?

BNews—NASIONAL— Pemerintah mewacanakan pembukaan data pasien covid-19. Demi mencegah penularan virus corona, setujukah kamu jika data pasien dibuka?

”Satu hal yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kita semua terkait masalah data pasien, ini Undang-undang (UU) tidak mengizinkan data pasien dipublikasikan,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam rapat bersama Komisi VIII di gedung DPR, Senin (13/7).

”Tetapi apabila data tentang siapa yang tertular covid bisa diketahui lingkungan sekitarnya, ini akan sangat membantu, sehingga masyarakat di sekitar itu bisa menghindar,” sambungnya.

Doni mengungkapkan jika rencana ini bukan bermaksud membuat stigma di lingkungan masyarakat. Ia meminta seluruh masyarakat tidak berpikiran buruk tentang pasien corona karena siapa pun bisa terkena virus ini.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Namun, wacana pemerintah ini terhalang dengan peraturan perundang-undangan. Sebab, data pribadi pasien bersifat rahasia. UU yang melarang pembukaan data pribadi pasien antara lain UU Praktik Kedokteran, UU Tenaga Kesehatan dan UU Rumah Sakit.

UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan juga mengatur soal kerahasiaan kondisi kesehatan pasien, tepatnya di Pasal 57. Namun demikian, apabila ada perintah undang-undang yang mengaturnya, maka hak kerahasiaan pasien bisa tidak berlaku lagi. Berikut bunyinya.

Loading...

Pasal 57

(1) Setiap orang berhak atas rahasia kondisi kesehatan pribadinya yang telah dikemukakan kepada penyelenggara pelayanan kesehatan.

(2) Ketentuan mengenai hak atas rahasia kondisi kesehatan pribadi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku dalam hal:

  • a. perintah undang-undang;
  • b. perintah pengadilan;
  • c. izin yang bersangkutan;
  • d. kepentingan masyarakat; atau
  • e. kepentingan orang tersebut.

Soal pembukaan data pribadi pasien covid, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama UI, ITB dan UGM pernah menyelenggarakan survei online pada 20-21 Maret 2020. Ada 15.101 responden yang berhasil dijaring, sampel akhir menjadi 12.061 responden.

Hasilnya, 61,2 persen setuju nama pasien positif covid dibuka ke publik. Dalam komponen survei lain di survei ini, 97,2 persen responden setuju riwayat perjalanan pasien yang terjangkit virus Corona untuk dipublikasikan ke publik. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: