Penampakan Perampok “Berpeci” di Grabag yang Bacok Korbannya

BNews—GRABAG—Seorang pelaku tindak pencurian disertai kekerasan, Suryanto warga Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang berhasil ditangkap polisi. Pelaku yang membacok tetangganya sendiri dengan linggis dan pedang itu ditangkap dalam persembunyiannnya di Desa Sekar Biru, Parittiga, Bangka Barat, Bangka Belitung.

Kapolres Magelang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Waka Polres Kompol Eko Mardiyanto mengatakan, Suryanto ditangkap satu bulan usai membacok korban. Pelaku mengaku sempat menggondol sebuah ponsel dan senapan angin milik korban.

Advertisements


”Alasan pelaku kabur hingga ke rumah saudaranya di Bangka Belitung karena pelaku merasa ketakutan dengan perbuatannya sendiri. Pelaku kabur satu minggu setelah kejadian,” kata Eko.


Eko menjelaskan, peristiwa terjadi pada hari Rabu (4/9) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu korban Abdul Khamid, 31, warga Teneran, Pucangsari, Grabag, Kabupaten Magelang tengah tertidur pulas.

Dengan mengenakan topeng dan peci, pelaku masuk kerumah. Kemudian, mencuri ponsel korban.

”karena korban terbangun dan memergoki, pelaku langsung membacok korban hingga mengenai pipi kanan dan kepala belakang telinga,” jelasnya.

Mendapati korban tidak berdaya, Suryanto menggasak ponsel dan senapan angin milik korban. Mendengar ada kegaduhan, orang tua korban bergegas menuju sumber suara dan mendapati anaknya bersimbah darah.

”Korban melapor ke Polsek Grabag dan kami melakukan pengejaran. Dan ternyata diketahui pelaku sudah ada di luar pulau. Berkat kerja keras tim, kami berhasil menangkap pelaku pada Kamis 17 Oktober 2019 pukul 14.00 WIb,” tegasnya.

Suryanto mengaku, sempat menjual ponsel dan senapan angin curian. Namun hanya ponselnya saja yang laku terjual. Sedang senapan angin yang tidak laku ia buang di Kali Progo.

”Saya hanya ingin memiliki ponsel korban saja,” kata residivis yang pernah dipenjara selama enam tahun pada 2013 lalu.

Selain berhasil membawa pulang pelaku, polisi mengamankan sebuah linggis, sebuah pedang dan satu unit sepeda motor Vixion merah nopol H 6341 AAG yang digunakan untuk membuang senapan angin. Sedang senapan angin masih dalam proses pencarian polisi untuk kelengkapan alat bukti persidangan.

Atas perbuatannya, Suryanto kali ini dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal Sembilan tahun penjara. (han/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: