Pengedar Sabu di Magelang Mengaku Dikendalikan dari Dalam Lapas

BNews—MUNGKID— Dalam kurun waktu tanggal 3-8 Januari 2019, Polres Magelang berhasil amankan enam orang terlibat kasus narkoba jenis sabu-sabu. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers siang ini di Mapolres Magelang (16/1).

 

Dalam kegiatan tersebut turut dihadirkan enam orang tersangka serta barang bukti sabu seberat 33,5 gram. Dan yang menggemparkan lagi dua orang pelaku dari enam tersebut merupakan pelaku yang dikendalikan dari dalam lapas.

Advertisements


 

Kapolres Magelang AKBP Yudiyanto Adhi Nugroho mengatakan untuk TKP penangkapan enam orang ini berbeda. “Untuk di wilayah Mertoyudan kita amankan tersangakan Abdul Rohman,31 warga Gandusari Kecamatan Bandongan, dan David Parmanto,26 warga Rejosari Kecamatan Bandongan Magelang. Kedua TSK ini terbukti sebagai pengedar dengan barang bukti paket sabu seberat 20 gram,” katanya.


 

Di wilayah Kecamatan Mertoyudan juga dilakukan penangkapan seorang pemakai yakni Ali Mas’ud, 33 warga Desa Mandisari,  Kecamatan. Parakan, Temanggung, dan Daryanto,35 warga Desa Winong, Kecamatan Bawang, Banjarnegara. “Kemudian di wilayah Muntilan kita juga berhasil mengamankan dua orang pemakai yaitu Zogi Irfan,22 warga Desa Gulon, Kecamatan Salam, dan Agung Dwisantoso,35 warga Gunungpring, Kecamatan Muntilan,” jelasnya.

 

Menurut pengakuan para tersangka bahwa barang haram tersebut didapat dari seseorang yang belum dikenal di luar daerah Magelang. Mereka berkomunikasi hanya melalui ponsel dan mengambilnya barangpun hanya kadang dipinggir jalan sesuai perintah pemilik barang, setelah para TSK ini mentransfer uang.

 

“Bahkan menurut pengakuan tersangka pengedar, mereka dalam operasinya dikendalikan oleh orang yang berada didalam lapas,” ungkap Kapolres Magelang.

 

Sementara salah satu tersangka pengedar sabu atas nama Abdul Rohman mengaku kepada awak media sudah menjadi pengedar selama satu tahu. “Saya setiap satu minggu menerima barang sebanyak dua kali, dengan keuntungan Rp. 1 juta untuk sekali pengiriman,” katanya.

 

Abdul juga mengaku bahwa selama ini mendapat perintah melalui ponsel seseorang yang mengaku ada di dalam lapas. “Saya tidak tahu siapa dia, cuman kami sering komunikasi melalui HP untuk proses pengedaran sabu-sabu,” imbuhnya.

 

Ditegaskan pula oleh Kasatnarkoba AKP. Eko Sembodo, untuk tersangka pemakai akan dijerat dengan pasal 112 ayat (1)  UU RI no 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800 juta rupiah paling banyak Rp. 8 Milyar rupiah. “Sedangkan untuk tersangka pengedar  kita jerat pasal 114 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (limabelas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah),” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: