Penggalian Situs Kolokendang Muntilan Disetop, BPCB Jateng Temukan Kejanggalan

BNews—MUNTILAN— Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah (BPCB Jateng) meneliti temuan sejumlah batuan candi di Dusun Kolokendang, Desa Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang. Diduga, batuan candi berasal dari lokasi lain yang dimanfaatkan sebagai fungsi baru di lokasi itu.

”Masih harus diselidiki dengan data-data yang ada,” kata Pengkaji Cagar Budaya, BPCB Jawa Tengah, Junawan, di Magelang, baru-baru ini (10/2)

Ia mengatakan temuan tersebut memang batuan komponen candi. Namun sebenarnya bukan pasangan. Junawan menunjuk batuan yang ditemukan pada bagian kaki ke atas bukan yang biasa digunakan sebagai dasar fondasi.

”Temuan tersebut disimpulkan sementara ada pemanfaatan komponen candi dimungkinkan dari lokasi lain, kemudian dibawa untuk dimanfaatkan sebagai fungsi baru,” katanya.

Berdasarkan profil-profilnya, komponen batu tersebut menunjukkan peninggalan abad ke-9. BPCB Jateng telah melakukan penelitian dengan cara melakukan penggalian atau ekskavasi di situs Kolokendang pada Sabtu hingga Minggu, (6-10/2).

Tindak lanjut dari ekskavasi ini nantinya akan mencari kesimpulan utama dari temuan tersebut. Kesimpulan sementara adalah batu-batu yang diangkat sekitar 2018 menunjukkan beberapa komponen yang dominan bagian tubuh dan atap candi.

Meski ekskavasi dihentikan, pihaknya memastikan masih akan menyelidiki lebih lanjut soal temuan itu. Setelah ditemukan nilai historis penting di dalam situs tersebut, pihaknya akan menentukan langkah yang tepat dalam pelestarian situs Kolokendang.

Beberapa lubang galian yang tidak ditemukan komponen candi akan ditutup oleh petugas. Namun khusus pada satu lubang galian yang terdapat komponen candi, pihaknya bersama pemilik tanah sepakat tidak akan melakukan penutupan.

”Pemilik tanah juga sudah bilang agar temuan yang terlihat bisa disaksikan oleh masyarakat sekitar. jadi nanti di sini hanya kami pasang pagar saja biar tidak terlalu berbahaya,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: