Pengusaha Batik di Pekalongan Sebar Uang Rp35 Juta untuk Tasyakuran Anak
- calendar_month Sen, 10 Jul 2023

Udik-udikan (menyebar uang) yang dilakukan pengusaha batik asal Pekalongan dalam rangka tasyakuran atas 40 hari kelahiran anak (tangkapan layar video)
BNews—JATENG— Pengusaha batik di Pekalongan membuat geger karena menyebarkan uang hingga Rp35 juta dalam rangka tanda rasa syukur 40 hari kelahiran putra ketiganya, Minggu (9/7/2023).
Tak sedikit warga berebut uang tasyakuran ini hingga membuat empat orang pingsan gara-gara berdesakan saat berebut uang. Tembok pagar kantor kelurahan di lokasi juga rusak. Diduga karena tak kuat menahan beban warga yang naik saat berebut.
“Yang pingsan ini satu ibu-ibu, satu masih anak-anak, dan dua remaja. Langsung dilarikan ke puskesmas,” kata Kapolsek Pekalongan Selatan AKP Aries.
Sehari sebelumnya, kepolisian dan kelurahan sebenarnya sudah mencegah udik-udikan (menebar uang) ini digelar. Namun keluarga pengusaha batik tersebut ngotot tetap dilaksanakan.
Alasannya karena tradisi dan sudah banyak warga yang menanti. Akhirnya dibuat kesepakatan pengusaha batik bernama Romadhon (38) itu siap menanggung semua risiko.
Saat insiden, polisi juga sempat menghentikan acara. Namun warga sulit dikendalikan. Acara berlanjut sampai selesai. Empat korban yang dilarikan ke Puskesmas dikabarkan sudah pulih.
Romadhon mengatakan, sesuai janji, pihaknya sudah melunasi biaya perawatan mereka. “Saya tanggung jawab sepenuhnya, termasuk perbaikan pagar kelurahan,” ucapnya. (*)
Sumber: radarsemarang.jawapos.com
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar