Penjual Martabak asal Magelang Nekat Bacok Penjaga Warmindo di Bantul
- calendar_month Kam, 31 Agu 2023

penjual martabak asal Magelang bacok pedagang warmindo di Bantul
BNews-JOGJA- Pembacokan di Bantul menggunakan senjata tajam jenis celurit sempat membuat heboh masyarakat, Senin (28/8/2023).
Peristiwa pada pukul 17.00 tersebut terjadi di Jalan Bugisan, Padukuhan Tegal Senggotan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.
Pembacokan di Bantul itu sempat direkam oleh warga dan diunggah ke media sosial Twitter dan sempat viral.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana, menerangkan bahwa tindak penganiayaan di Jalan Bugisan melibatkan dua pedagang asal luar kota.
Korban bernama Eko Darmanto (51) asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sedangkan pelaku adalah TDS (25) asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Eko selama ini membuka usaha warung bubur kacang ijo dan mi instan atau warmindo, sementara TDS berjualan martabak di wilayah Jalan Bugisan.
Senin sore lalu, TDS tiba-tiba menyerang menggunakan celurit sehingga membuat Eko mengalami cukup banyak luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Berdasarkan keterangan, pelaku merasa sakit hati. Ia ditegur oleh pelaku menggunakan kata-kata yang memicu sakit hati,” kata Jeffry, Selasa (29/8/2023).
Bahkan, masih menurut penjelasan Jeffry, pelaku mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari korban jikalau berani melakukan perbuatan sama lagi.
Lantas, perbuatan apa yang dimaksud oleh korban?
Sebelum korban dan pelaku cekcok sampai berujung pembacokan, ada orang dengan gangguan jiwa minta makan. Pelaku menyuruh si ODGJ ke warmindo.
“Pelaku mengarahkan supaya ODGJ tersebut minta ke warmindo milik korban. Korban tidak terima dengan sikap pelaku,” katanya dikutip tribunjogja.
Korban kemudian menegur pelaku. Menurut pengakuan pelaku, kata-kata dari korban memicu sakit hati, apalagi sempat mengancam akan membunuh.
“Korban sempat melontarkan ancaman akan membunuh apabila pelaku mengarahkan lagi ODGJ untuk meminta makanan ke warmindo,” papar Jeffry.
Lantaran kesal, pelaku melakukan tindak penganiayaan menggunakan celurit sehingga membuat korban roboh dengan banyak luka di sekujur tubuh.
“Namun, semua masih berdasarkan keterangan awal pelaku. Celurit yang dipakai untuk menganiaya disiapkan di dalam gerobak martabak,” ujar Jeffry.
Kendati begitu, pelaku mengklaim bahwa celurit sudah disiapkan di dalam gerobak martabak untuk jaga-jaga jika terdapat ancaman secara tiba-tiba.
“Pelaku telah lama bermasalah dengan korban. Tapi, ia berkelit celurit di dalam gerobak martabak bukan disiapkan untuk menganiaya korban,” tuturnya.
Lebih lanjut, katanya, polisi masih memeriksa pelaku serta menunggu kondisi korban untuk dimintai keterangan mengenai pembacokan di Bantul.
“Korban mengalami luka di lengan kiri dan kanan, kepala belakang, kaki kanan dan kiri, serta bagian dada. Ia masih di RS PKU Yogyakarta,” papar Jeffry. (*/tribun)
About The Author
- Penulis: Joe Joe



Saat ini belum ada komentar