PENTING !! Ini Perbedaan Kandungan Nasi Panas dan Dingin
- calendar_month Sab, 7 Jan 2023

Nasi Panas dan nasi dingin perbedaan kandungannya
BNews–KESEHATAN--Para ahli kesehatan menyebutkan kalau nasi putih panas bisa memperparah kondisi pengidap diabetes karena memiliki indeks glikemik tinggi, benarkah?
Seperti diketahui, indeks glikemik yang tinggi artinya makanan tersebut diproses secara cepat oleh tubuh dan menyebabkan kadar gula darah naik. Inilah yang dikhawatirkan para ahli kesehatan sehingga semakin banyak yang tidak merekomendasikan makanan ini untuk penyandang diabetes.
dr. Ika Fitriana, Sp.PD., K-GER, dokter ahli geriatri sekaligus dosen staf divisi geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia membenarkan, nasi putih terutama yang masih panas memiliki indeks glikemik tinggi. Dan ada beberapa penelitian mengatakan bahwa nasi putih dingin lebih baik daripada nasi panas.
Seperti dimuat laman akg.fkm.ui, dalam penelitian Sonia dkk. (2015), nasi yang didinginkan selama 24 jam (yesterday’s rice) dalam suhu 4oC; dan dipanaskan kembali memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding nasi yang baru masak.
Menurut penelitian tersebut nasi yang didinginkan mengakibatkan retrogradasi pada pati yang menyebabkan peningkatan pati yang resisten untuk dicerna.
Agar dapat dikonsumsi, tentunya nasi tersebut boleh dipanaskan kembali dengan indeks glikemik yang masih rendah.
Tapi perlu dipahami, menurut Marya Warascesaria Haryono (Dokter Spesialis Gizi Klinis Rumah Sakit Siloam); kandungan nasi putih yang panas dan yang sudah dingin adalah sama, yaitu, 175 kkal/100 g.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Yang membedakannya adalah indeks glikemik nasi dingin lebih rendah daripada nasi yang masih panas, sehingga nasi dingin lebih lama dicerna dibanding nasi panas meskipun telah dipanaskan kembali.
Lebih baik lagi menurut penelitian, nasi tersebut didiamkan selama seharian untuk dihangatkan kembali keesokan hari agar nikmat dikonsumsi dengan indeks glikemik yang masih rendah.
Namun begitu, yang terpenting adalah dengan menyeimbangkan porsi nutrisi asupan kita. Jangan terlalu banyak pula mengonsumsi nasi dingin karena tetap dapat meningkatkan gula darah.
“Pada akhirnya (makan nasi) itu hanya satu faktor saja. Banyak faktor lain juga, (yang mempengaruhi) Misalnya gini, makannya sih nasi dingin, tapi ngemilnnya banyak. Atau nasinya sih dingin tapi lauknya yang manis-manis, misalnya kentang atau tempe dikecapin, kan ada kecapnya. Nah, kecapnya gula, kemudian nanti minumnya juga pake es teh manis, misalnya gitu,” kata dokter yang berpraktik di RSCM tersebut, dalam acara webinar Fakta dan Mitos Diabetes, ditulis Senin (16/11/2020).
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar