Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Perbaikan Pola Tanam, Petani Buah-Buahan di Magelang Terima Bimtek

Perbaikan Pola Tanam, Petani Buah-Buahan di Magelang Terima Bimtek

  • calendar_month Kam, 3 Agu 2023

BNews-MAGELANG– Selain unggul dalam segi lahan pertanian padi dan sayuran, Kabupaten Magelang juga unggul dak segi produktifitas buah. Oleh karena itu sejumlah petani buah dari empat Kecamatan di Kabupaten Magelang dipanggil mengikuti Bimtek.

Bimtek (Bimbingan Teknis) tersebut yakni Peningkatan Produktivitas Tanaman Buah dengen Menginsentifkan Pengendalian Hama/OPT. Yang digelar di Wisma Sejahtera Kota Magelang kemarin (2/8/2023).

Acara tersebut dihadiri anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Vita Ervina; lalu dari Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Jateng, Sri Murtiyati; dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan.

Vita Ervina saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa kegiatan ini masih sekotar Pertanian sesua komisi yang dinaunginya. “Namun kali khusus untuk tanaman buah. Karena saya pikir di wilayah Kabupaten Magelang memiliki produktifitas komuditas tanaman buah cukup banyak,” katanya.

Dengan Bimtek ini, lanjutnya diharapkan produtifitas ini bisa terus ditingkatkan lagi. Nanti para petani ini akan mendapat pengetahuan dalam sistem tanamnya. Terpenting bisa mengendalikan OPT/Hama yang sering menjakit tanaman buah.

“Petani ini nanti bisa bertambah wawasan dan pengetahuan bagaimana cara atau sistem tanam yang baik. Selain itu mulai dari pemilihan bibitnya dan pengolahan tanahnya. Sehingga panennya kedepan lebih banyak lagi,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan menambahkan; untuk pengembangan tanaman hortikultura khususnya buah-buahnya di Magelang ini terdapat permasalahan tersendiri.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Di tingkat Petani, dengan keterbatasan lahan para petani menanam tanaman berbagai jenis komuditas, dan ini permasalahannya. Biasanya setiap lahan itu bisa 10 komuditas,” tambahnya.

Padahal, kata Romza tanaman hortikultura ini membutuhkan ketersedian lahan. “Jika komuditas terlalu padat, nanti akan ada persaingan. Yakni dalam perebutan unsur hara, sinar matahari, udara, dan ruang gerak tanaman. Sehingga hal ini bisa berpengaruh kepada tanaman yang sudah tumbuh kembang yang baik,” paparnya.

Romza juga menegaskan, terkait sanitasi lahan tanam juga masih kurang. Dimana hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan tanaman. “Kalau kesehatan terancam, maka Hama/OPT juga bisa berkembang sehingga merusak tanaman,” tegasnya.

Terakhir, Romza juga menyampaikan komuditas tanaman buah-buahan di Kabupaten Magelang cukup tinggi. Terdapat empat jenis atau komuditas tanaman buah dengan jumlah banyak.

“Terbanyak di Kabupaten Magelang itu tanaman salak, ada sekitar 3,7 pohon, lalu Klengkeng ada 3712 pohon. Kemudian Durian 97.780 pohon dan pepaya 304.281 pohon,” tandasnya.

Terakhir dari Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Jateng, Sri Murtiyati menyampaikan terkait kualitas tanah. “Jadi nanti akan kami sampaikan terkait kualitas tanah. Dimana nantinya akan diarahkan secara hayati atau ramah lingkungan,” katanya.

“Intinya mengurangi penggunakan pupuk atau obat kimia bagi tanah. Nanti akan maksimalkan menggunakan pupuk kompos atau alami,” pungkasnya. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less