Perdana Buka, Pasar Tradisi Lembah Merapi Diserbu Wisatawan

0
511
WISATA : Salah satu lapak kuliner yang dikunjungi pengunjung dengan latar belakang gunung merapi dan merbabu di Pasar Tradisi Lembah MErapi (27/1)--(Foto--BNews)
WISATA : Salah satu lapak kuliner yang dikunjungi pengunjung dengan latar belakang gunung merapi dan merbabu di Pasar Tradisi Lembah MErapi (27/1)--(Foto--BNews)

BNews—DUKUN—Pasar kuliner satu ini berbeda dengan lainnya yang sudah ada. Menyajikan nuansa djadoel di puncak sebuah bukit, pengunjung dapat sambil menikmati gagahnya Gunung Merapi dan Merbabu.

 

Berada di Desa Wisata Banyubiru Pasar Tradisi Lembah Merapi berada di puncak Bukit Gunung Gono Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Kuliner djadoel yang menawarkan jenis makanan lembah merapi pada zaman dahulu ini mengajak para pengunjung bernostalgia kembali.

 

Kepala Desa Banyubiru, Wintoro menyampaikan mulai pengunjung datang sudah di sambut dengan sejuknya udara lembah gunung ini. “Ditambah lagi sepoy-sepoy angina di atas bukit ini akan menambah suasana nyaman bagi para pengunjung sambil menikmati kuliner tempo dulu,” katanya saat perhelatan pasar tradisi lembah merapi yang pertama kali ini (27/1).

 

Seperti kembali kepada masa lalu saat masuk ke dalam pasar ini. Para pedagang menyambut para pengunjung dengan sapa ramah dan selamat datang dengan berbahasa jawa.

 

“Di pasar ini, mata uang rupiah tidak berlaku untuk membeli kuliner yang dijajakan, Mereka menggunakan mata uang khusus yang dinamakan ‘Dhono. Dhono ini setara dengan Rp 2ribu yang dapat dibelanjakan makanan yang ditawarkan di sini,” imbuhnya,

 

Berbagai jenis kuliner tempo dulu seperti Sengkulun, Kluban, Buntil, Sego Jagung, sampai berbagai macam olahan ketela Gethuk dan kawan-kawannya. Minuman tradisional juga ada di sini, ada wedang uwuh, wedang jahe, dawet ayu dan penganan jadul.

 

WISATA : Dhono nama alat tukar pembelian jajanan di pasar tradisi lembah merapi (27/1)--(Foto--BNews)
WISATA : Dhono nama alat tukar pembelian jajanan di pasar tradisi lembah merapi (27/1)–(Foto–BNews)

 

Ornamen tradisional dipadukan dengan tata konsep kawasan wisata alam ini menyuguhkan berbagai macam tawaran kesempatan para pengunjung untuk melakukan kegiatan disini. Areanya luas, penuh jajajanan kuliner, permainan anak, taman serta area camping ground yang langsung menghadap ke dua gunung besar itu yakni Merapi dan Merbabu.

 

Wintoro juga menambahkan bahwa para pedagang yang semuanya merupakan warga Desa Banyubiru ini memang di konsep ala masyarakat jawa jaman dulu. “Dengan menggunakan kebaya berbaluk dengan jarit klasik ditambah senyum ramah mereka menyambut para pengunjung,” tambahnya.

 

Wintoro juga menjelaskan bahawa konsep awal ini tidak keluar dari konsep jaman dulu warga lembah merapi. “Pasar-pasar ini adalah ide masyarakat melalui pemerintah desa, kita hidupkan kembali sekaligus meningkatkan wisata di Banyubiru yang kedepan pastinya akan membantu meningkatkan perekonomian warga,” jelasnya.

 

“Rencana pasar ini akan buka pada tiap Minggu, dengan setiap setelah pasaran akan ada evaluasi untuk membuat konsep pembeda setiap ajang pasar buka. Pada pembukaan awal ini baru 27 lapak pedagang menggunakan amben (tempat duduk bamboo lebar jaman dahulu), dan kedepan akan terus bertambah banyak dengan jenis kuliner setiap lapak berbeda,” paparnya.

 

Pada perhelatan awal ini sekitar kurang lebih ada 3.000 pengunjung yang datang dari Magelang bahkan sampai luar daerah seperti Pekalongan, Yogyakarta, Tegal dan daerah lain. “Saya tidak menyangka juga pada awal pembukaan ini pengunjung luar kota sudah banyak, tentunya ini akan menjadikan motivasi bagi masyarakat khususnya pedagang yang ada di pasar ini,” ungkap Wintoro.

 

“Harapannya dengan keberadaan pasar tradisi lembah merapi ini mampu menambah warna baru Pariwisata di Magelang, dengan beragamnya jenis dengan ciri khas masing-masing akan menyedot wisatawan datang ke Magelang,”pungkasnya. (bsn)

 

Follow Instagram KLIK  :PASAR TRADISI LEMBAH MERAPI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here